Cegah Peredaran Narkoba Antar Negara, Polda Kalbar Jalin Kerja Sama dengan Kepolisian Malaysia

Kami saling berkoordinasi Terkait titik perlintasan masuk , dalam artian dia melakukan kegiatan mencegah barang keluar dari Malaysia

Cegah Peredaran Narkoba Antar Negara, Polda Kalbar Jalin Kerja Sama dengan Kepolisian Malaysia
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ FERRYANTO
Direktur Direktorat Reserse Narkoba Polda Kalbar Kombespol Gembong Yuda saat berikan informasi terkait asal muasal barang saat pemusnahan sabu seberat 2,2 kg di RS Bhayangkara Kota Pontianakz Kamis (1/8/2019). 

Cegah Peredaran Narkoba Antar Negara, Polda Kalbar Jalin Kerja Sama dengan Kepolisian Malaysia

PONTIANAK-Direktur Ditresnarkoba Polda Kalbar Kombespol Gembong Yuda Mengatakan bahwa pihaknya telah melakukan pertemuan secara berkala dengan pihak kepolisian Serawak Malaysia untuk mencegah peredaran narkoba di kedua negara.

Hal ini disampaikannya kepada awak media saat melakukan pemusnahan 2,2 kg sabu di RS Bhayangkara Kota Pontianak atas Pengungkapakan 2 kasus di bulan Juli 2019 ini.

"Kami sudah mengadakan pertemuan secara berkala dengan kepolisian Serawak untuk menanggulangi masuknya nwrkoba kewilayah Kalbar dimana kita bekerja sama saling tukar informasi,"katanya, Kamis (1/8/2019).

Baca: Kebakaran Rumah di Singkawang Utara Hebohkan Warga Sekitar, Ini Keterangan Saksi

Baca: Forum Lalu Lintas Pontianak Serahkan Bantuan Kepada Supardini

Kemudian, pihaknya saling berkoordinasi untuk menjaga titik - titik rawan perlintasan barang haram ini di kedua sisi negara untuk saling melengkapi.

"Kami saling berkoordinasi Terkait titik perlintasan masuk , dalam artian dia melakukan kegiatan mencegah barang keluar dari Malaysia dan kita juga melakukan kegiatan manakala ada yang lepas, kita yang menindak lanjuti, dan ini merupakan kerja sama yang sinergitas dengan kepolisian pihak Serawak Malaysia,"ujarnya.

Ia menjelaskan, bahwa barang yang beredar di Pontianak dan Kalbar berasal dari negara tetangga Malaysia dan setelah masuk ke Indonesia, batang haram tersebut ada yang untuk konsumsi Kalbar, ada yang dikirim untuk konsumsi di provinsi lain di Kalimantan serta adapula untuk konsumsi di Luar pulau Kalimantan.

Gembong Yuda pun mengungkapkan, kendati narkoba jenis sabu banyak dikirim dari Malaysia, dari informasi yang didapatnya, barang haram tersebut bukanlah diproduksi dari negeri itu melainkan dari negara ketiga yang Engan ia sebutkan namanya.

"Untuk Produksi, ini kita di Malaysia, untuk produksi sabu memang belum di temukan, tapi untuk produksi lain seperti ekstasi Rrimin 5 sudah ditemukan, dan malaysia pun sidah mengidentifikasi bahwa barang ini masuk dari negara ketiga, transit di wilayahnya dia dan target pemasaran masuk ke wilayah kita, sehingga kita jalin kerja sama yang bagus dengan Malaysia untuk menindak lanjuti masalah peredaran narkoba ini,"jelasnya.

Lalu, Terikat dengan Narapidana yang menjadi pengendali narkoba, pihaknya sudah melakukan MOU dengan KAkanwilkumham Kalbar dengan melakukan pengawasan yang ketat dan menindak oknum petugas yang melakukan pelanggaran.

Selain itu, pihaknya juga melakukan kerja sama pemantauan terhadap kunjungan warga binaan, dimana semua barang yang masuk lapas / rutan di seleksi dengan ketat.

"Semua barang yang masuk akan kita periksa dengan ketat Melalui X-ray dan kita juga melakukan operasi secara berkala untuk menertibkan barang - barang yang tidak boleh didalam lapas seperti handphone dan sebagainya,"terangnya.

Baca: Satu Rumah di Singkawang Utara Terbakar, Ini Keterangan Ketua RT

"Dan yang ketiga ini kami sudah komit dengan pihak Kanwilkumham untuk melaksanakan operasi secara rutin dan berkala khusus nya terkait barang - barang yang dapat digunakan untuk berkomunikasi dengan dunia luar,"tegasnya.

Penulis: Ferryanto
Editor: Jamadin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved