Cegah Karhutla Sejak Dini, PT GSK Sosialisasi Bahaya dan Dampaknya

Pesan kami, kalau tau ada pembakaran segera dilaporkan kepada pihak desa, agar mengetahui titik api,

Tayang:
Penulis: Alfon Pardosi | Editor: Jamadin
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ ALFONS PARDOSI
Peserta sosialisasi Karhulta yang dilaksanakan oleh PT GSK foto bersama, Kamis (1/8/2019). 

Cegah Karhutla Sejak Dini, PT GSK Sosialisasi Bahaya dan Dampaknya

LANDAK - PT Gemilang Sawit Kencana (GSK) anak perusahaan dari HPI Agro, melaksanakan Sosialisasi Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) dan Konservasi Tanaman Satwa Liar (TSL) pada Kamis (1/8/2019).

Kegiatan yang dilaksanakan di Komplek PT GSK di Desa Kumpang Tengah, Kecamatan Sebangki, Kabupaten Landak tersebut, dihadiri oleh Camat, Kapolsek, Danramil dari dua Kecamatan yakni Kecamatan Sengah Temila dan Kecamatan Sebangki.

Turut hadir Dewan Adat Dayak (DAD), para Kepala Desa (Kades) di wilayah PT GSK. Dengan peserta sosialisasi petugas pemadam kebakaran PT GSK, perwakilan karyawan PT GSK, serta masyarakat sekitar PT GSK.

Pemateri sosialisasi disampaikan oleh tim Sustaintability HPI Agro Revi Hendra, dimana ia menyampaikan terkait dengan dampak-dampak dari kebakaran bagi manusia, hewan, tumbuhan, serta kualitas lahan itu sendiri. 

Seperti dapat memperburuk sifat fisik tanah, merusak sifat biologis tanah, merusak sifat kimia tanah, mempertinggi erosi, menghilangkan serasah dan humus. 

"Harapannya, dengan ini bisa kita kuranggi dan kita tekan Karhutla. Marena Kalbar sudah disorot, sebab titik api yang terpantau selalu ada di Kalbar," ujar Revi Hendra.

Sementara itu Camat Sengah Temila, Emilius yang hadir mengharapkan agar kita sama-sama menjaga jangan sampai ada Karhutla. "Kalo ada yang membakar diingatkan agar jangan sampai merembet," harapnya.

Camat juga memastikan untuk selalu berhati-hati, karena ini musim kemarau. "Jadi sangat mudah kebakaran. Diingatkan kembali jangan sampai ada kebakaran yang meluas," pintanya.

Sementara itu Perwakilan Danramil Sengah Temila yang juga Batibung Koramil Sebangki Pembantu Letnan Satu TNI Ekon menyampaikan, musim kemarau ini diprediksi hingga bulan Oktober.

"Pesan kami, untuk disampaikan kepada kepala desa dan warganya, kalau ada yang buka lahan, kami harap jangan dibakar. Pesan kami, kalau tau ada pembakaran segera dilaporkan kepada pihak desa, agar mengetahui titik api," katanya.

Baca: Hasil Liga 2 : Babak Pertama, Gol PSMS Medan Via Sundulan Natanael Siringoringo Kejutkan Sriwijaya

Baca: Fakhri Umumkan 23 Pemain Piala AFF U-18 di Vietnam, Barito Tebanyak, Persija-Persebaya Kirim 3 Orang

Diakui Ekon, saat ini pihaknya memang bekerja keras. Selain itu, sebenarnya ada di BKO kan delapan personil dari Zipur untuk Sengah Temila dan Sebangki. "Karena kurang fasilitas, jadi kita hanya dapat empat dan diletakkan di Sengah Temila," ungkapnya.

Kemudian, masalah Karhutla ini menjadi perhatian serius pihak Pemerintah Pusat sejak tahun 2015. "Maka dari itu  kita jaga bersama. Minimal memberikan informasi kepada kami jika ada terjadi, agar segera ditanggani," pintanya.

Kemudian dalam sosialiasi tersebut, dr Petrorima Selva dari Klinik Pratama PT GSK berkesempatan memaparkan berkaitan dengan pertolongan pertama pada korban kebakaran.

 Ia menjelaskan kepada peserta bahwa kebakaran itu merupakan kegawatan, bisa terjadi pada siapa saja. "Sehingga pada saat ada korban kebakaran, sebagai penolong kita pastikan dulu lingkungan aman, agar penolong tidak jadi korban juga," pesannya.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved