Pegiat Asal Amerika Serikat Buka-bukaan Soal Kratom, Harga Fantastis Hingga Peluang dan Tantangannya

Di Amerika Serikat, kratom ini satu ons dan dua ons saja untuk jadi teh herbal harganya 200-400 USD.

Pegiat Asal Amerika Serikat Buka-bukaan Soal Kratom, Harga Fantastis Hingga Peluang dan Tantangannya
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/SAHIRUL HAKIM
Perwakilan Lembaga Penggiat Kratom SUNDA SHELF dari Amerika Tom Chapman saat hadir membahas aturan daun kratom. 

Inilah Manfaat Daun Kratom Versi Orang Amerika

KAPUAS HULU - Perwakilan Lembaga Penggiat Kratom SUNDA SHELF dari Amerika Serikat Tom Chapman mengakui daun kratom merupakan obat herbal yang selalu di konsumsi oleh masyarakat Amerika.

"Daun Kratom bukan hanya memberi manfaat kesehatan bagi penikmat herbal, tetapi juga mengangkat ekonomi di masyarakat di kawasan konservasi. Saya tertarik dengan kratom ini, selain dari sisi manfaat kesehatan ada pula sisi kemanusiaan yang terangkat,” ujarnya kepada wartawan, Rabu (31/7/2019).

Terkait harga daun kratom di Amerika, jelasnya sangat tinggi dibandingkan harga pembelian di petani kratom Indonesia.

Di Amerika Serikat, kratom ini satu ons dan dua ons saja untuk jadi teh herbal harganya $200-400 USD.

Baca: Peneliti Daun Kratom Nilai Kajian Amerika Belum Komperhensif

Baca: VIDEO: Jajaran Pemerintah Kapuas Hulu Gelar Rapat Bahas Nasib Daun Kratom di DPRD

"Tapi disini hanya 1 hingga 3 USD saja ambil dari petani, dapatnya per kilogram lagi. Sebab itu produksi dan pengiriman ini perlu diatur secara baik agar pendapatan ke depan bisa lebih mensejahterakan masyarakat di sini,” ucapnya.

Tom menjelaskan bahwa kenaikan harga produk kerap terjadi di vendor yang ingin mengambil untung besar.

Bahkan ada isu yang diciptakan untuk menjatuhkan harga di tingkat petani namun menaikan harga di tingkat vendor.

Ini yang perlu ditangkal bersama, agar masyarakat mendapat harga yang baik produk harus bermutu dan langsung dari petaninya.

“Sebab itu konsumen herbal Amerika saat ini tidak lagi mengambil ke vendor di Amerika, mereka lebih suka mengambil langsung ke petani kratom yang pola dokumentasi dan produksi yang baik. Ini juga peluang e-commers bagi masyarakat Indonesia,” ujarnya.

Baca: Pemerintah Kapuas Hulu Gelar Rapat Bahas Kratom

Baca: Sarbani: Dalam Waktu Dekat Kemenkes Kaji Daun Kratom di Kapuas Hulu

Terkait dengan kisruh kratom terkait dengan obat terlarang di Indonesia, Tom, enggan berkomentar banyak.

Namun, ia menegaskan bahwa dirinya memiliki seorang anak yang juga Senator di Amerika, pernah berhasil memperjuangkan legalitas untuk obat-obat keras yang memang dibutuhkan masyarakat luas.

“Kami tidak tahu apa yang terjadi di Indonesia dan Amerika tentang kratom ini secara pasti. Tetapi masyarakat di sini juga butuh dukungan aturan dari pemerintah untuk pengiriman kratom ke depannya,” ungkapnya

Penulis: Sahirul Hakim
Editor: Ishak
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved