Polres Singkawang Lakukan Pengawasan Berjenjang pada Anggota Pengguna Senjata Api

Pengguna senjata api ini setiap tahunnya harus melakukan tes psikologi dan penilaian dari awal.

Polres Singkawang Lakukan Pengawasan Berjenjang pada Anggota Pengguna Senjata Api
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ FILE
Kapolresta Singkawang, AKBP Raymond M Masengi 

Polres Singkawang Lakukan Pengawasan Berjenjang pada Anggota Pengguna Senjata Api

SINGKAWANG - Kadiv Propam Polri, Irjen Pol Listyo Sigit Prabowo mengimbau agar para komandan mengawasi masing-masing anggota satuannya. Terutama mereka yang memegang senjata api (senpi).

Imbauan Listyo Sigit Prabowo merujuk pada kasus penembakan Brigardir RT yang menewaskan Bripka RE di Polsek Cimanggis.

 Imbauan pun dilaksanakan oleh Polres Singkawang . Bahkan selama ini sudah melakukan pencegahan melalui proses pemberian senjata secara selektif.

Penilaian juga dilakukan berjenjang, mulai dari komandan setingkat dan dalam proses pemberian senjata ada dua poin yang utama.

Baca: VIDEO: Ikuti Tes Pimpnan KPK, Ini Persiapan Brigjen Pol Sri Handayani

Baca: Ibu Muda Aniaya Bayi Hingga Kritis, Ini Perintah Bupati Gidot Pada Kepala Puskesmas Seluas

Pertama harus sesuai fungsi yang bersangkutan dalam bertugas dan kedua harus lulus psikologi. "Itu pun dengan pengawasan yang berjenjang," kata Kapolres Singkawang, AKBP Raymond M Masengi, Jumat (26/7/2019).

Saat ini Polres Singkawang sudah diperintahkan kepada masing-masing komandan, Kabag, Kasat, Kapolsek dan Kasi untuk mengawasi tingkah laku masing-masing anggota.

Walau pun dia lulus psikologi, namun bila ada permasalahan keluarga atau pun mungkin perubahan perilaku untuk segera ditindaklanjuti.

Senjata diberikan kepada anggota-anggota yang bertugas dengan ancaman yang cukup tinggi, contohnya operasional Reskrim, Kanit penyidik di Res Narkoba atau pun penyidik-penyidik lapangan yang dinilai kemungkinan bisa berbahaya kalau dia melaksanakan tugas tanpa senjata.

Kemudian atau pun kalau ada perwira-perwira yang karena tugasnya itu dia berpotensi atau pun memerlukan senjata untuk perlindungan diri.

Pengguna senjata api ini setiap tahunnya harus melakukan tes psikologi dan penilaian dari awal.

"Jenis senjata yang ada di kita kebanyakan revolver namun para perwira beberapa sudah HS sama dengan yang dimiliki tersangka," tuturnya.

Kapolres mengimbau kepada seluruh jajaran untuk melaksanakan tugas sesuai prosedur dan jangan mencampurkan urusan pribadi dengan urusan kedinasan.

Jika ada permasalahan yang ditemui, baik dalam kedinasan maupun pribadi segera berkoordinasi dengan pimpinannya.

Penulis: Ridhoino Kristo Sebastianus Melano
Editor: Jamadin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved