RSUD Sanggau Berpeluang Turun Kelas, Ini Penyebabnya

Kalau sepanjang tidak tepenuhi berapa ketentuan atau kebutuhan klasifikasi itu

RSUD Sanggau Berpeluang Turun Kelas, Ini Penyebabnya
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ HENDRI CHORNELIUS
Pj Sekda Kabupaten Sanggau, Kukuh Triyatmaka 

RSUD Sanggau Berpeluang Turun Kelas, Ini Penyebabnya

SANGGAU - RSUD M Th Djaman Kabupaten Sanggau berpeluang bakal turun kelas dari tipe C ke tipe D. Hal itu disebabkan masih ada fasilitas pelayanan yang belum lengkap, seperti dokter spesialis anastesi.

Pj Sekda Kabupaten Sanggau Kukuh Triyatmaka menyampaikan, Secara resmi Bupati Sanggau belum menerima surat terkait penyesuain kelas rumah sakit hasil reviu kelas rumah sakit.

"Dan di Sanggau ini ada beberapa pelayanan untuk spesialis itu masih kurang lengkap, yakni Spesialis anastesi yang kita masih mencari sebenarnya. Saya sudah panggil Direktur RSUD kemarin, sebenarnya itu mau dikejar. Ini masih ada tenggang waktu beberapa bulan lah, kalau itu tak terpenuhi memang ada peluang dipertimbangkan untuk turunkan. Karena seluruh Indonesia sama, "katanya, Senin (22/7/2019).

Baca: 82 Kepala Sekolah di Sintang Ikut Rapat Evaluasi PPDB Sistem Zonasi

Baca: Penanganan Kasus di Singkawang, Kasi Intel Kejari Beberkan Hal Ini

Dikatakanya, Kementerian Kesehatan saat ini sangat ketat, tidak serta merta mudah menaikan kelas pelayanan rumah sakit.

"Kalau sepanjang tidak tepenuhi berapa ketentuan atau kebutuhan klasifikasi itu,"ujar Kukuh Triyatmaka

Terkait dengan dokter spesialis anastesi, Kukuh mengaku sebenarnya dari sisi anggaran untuk itu sudah tersedia. Tetapi untuk kerjasama dengan dokter-dokter spesialis dari luar sudah kita upayakan. Dan kita masih mempelajari ketidaktertarikannya ke kita.

“Karena namanya spesialis itu harus kerjasama. Kemarin dilalukan  oleh beberapa SKPD, terutama Dinas Kesehatan membantu juga untuk berkerjasama dengan Unpad dengan universitas di Jawa, hanya memamg sampai hari ini belum ada titik terang, "tegasnya.

Kukuh mengakui, meskipun belum menerima surat resmi, tapi menurut informasi yang ia terima paling tidak diberi waktu tiga bulan untuk memenuhinya.

"Tetap kita upayakan. Saya sudah panggil pak Direktur kemarin, dan berusaha kita akan upayakan. Saya juga diwarning dari tingkat Provinsi, "ujarnya.

Halaman
12
Penulis: Hendri Chornelius
Editor: Jamadin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved