Suryadman Sebut Demokrat Belum Tentukan Sikap, Apakah Bergabung atau Tidak Dengan Pemerintah

Suryadman Gidot mengungkapkan jika pihaknya belum menerima intruksi dari DPP terkait sikap pasca pilpres

Suryadman Sebut Demokrat Belum Tentukan Sikap, Apakah Bergabung atau Tidak Dengan Pemerintah
TRIBUNPONTIANAK/Ridho Panji Pradana
Ketua DPD Partai Demokrat Kalbar, Suryadman Gidot 

Suryadman Gidot Sebut Demokrat Belum Tentukan Sikap, Apakah Bergabung atau Tidak Dengan Pemerintah

PONTIANAK - Ketua DPD Partai Demokrat Kalbar, Suryadman Gidot mengungkapkan jika pihaknya belum menerima intruksi dari DPP terkait sikap pasca pilpres.

"Sampai hari ini kita diminta oleh DPP untuk mengikuti saja dinamika politik yang ada di republik ini, pada akhirnya keputusan kita akan menunggu keputusan petinggi partai, apakah kita akan bergabung atau diluar menurut saya itu wewenang dari DPP," katanya, Jumat (19/07/2019).

Namun, Bupati Bengkayang ini meyakini parpolnya akan mengambil keputusan yang bijak untuk kebaikan bangsa utamanya termasuk kebaikan partai.

"Sampai hari ini belum ada intruksi apakah masuk atau keluar dari pemerintah jadi bisa melihat dinamika yang ada," bebernya.

Baca: Penumpang Taksi Ilegal Ternyata Tak Dijamin Asuransi Kecelakan dari Jasa Raharja

Baca: Anggarkan Rp 17,5 Miliar untuk Pilkada 2020, Ini Komitmen Bawaslu Kapuas Hulu

Baca: Sedang LIVE! PSMS Vs Blitar United Liga 2109 Siaran Langsung tvOne, Skor Babak Pertama (0-0)

Lebih lanjut dikatakannya, pertemuan Jokowi-Prabowo juga mesti jadi contoh atau tauladan yang baik.

"Masa kita mempermasalahkan orang silaturahmi, persoalan politik beda politik lain sebagainya tidak boleh menghilangkan semangat silaturahmi, persaudaraan, kita boleh saja beda pandangan politik, tapi tidak boleh mengesampingkan persaudaraan kita selaku anak bangsa," terangnya.

Kedepan, kata dia, langkah maupun sikap yang diambil kedua tokoh nasional tersebut mesti diikuti oleh seluruh anak bangsa.

"Harus kita potong sekat-sekat itu, proses sudah selesai menurut saya, wajib kita harus bersilaturahmi, jika saat pemilihan ada kata-kata, kalimat-kalimat yang kurang dan tidak nyaman, saling memaafkan lah, sehingga tradisi dan budaya anak bangsa kita bangun sehingga dimasa kedepan tidak ada lagi persoalan setegang itu," tukasnya.

Penulis: Ridho Panji Pradana
Editor: Maskartini
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved