Gunakan Taksi Ilegal Penumpang Tak Ditanggung Asuransi, Manto Paparkan Status GoCar dan GrabCar

Manto mengimbau pada masyarakat yang menggunakan jasa transportasi harus memilih yang legal atau berbadan hukum.

Gunakan Taksi Ilegal Penumpang Tak Ditanggung Asuransi, Manto Paparkan Status GoCar dan GrabCar
NET
Ilustrasi 

Gunakan Taksi Ilegal Penumpang Tak Ditanggung Asuransi, Manto Paparkan Status GoCar dan GrabCar

PONTIANAK - Pertumbuhan angkutan atau taksi minibus saat ini terbilang pesat dan menjadi alternarif warga untuk bepergian, namun maraknya pertumbuhan tersebut tidak semuanya legal atau resmi.

Banyak taksi atau travel yang ilegal sehingga bisa merugikan penumpangnya sendiri apabila terjadi kecelakaan dijalanan.

Menurut Kepala Dinas Perhubungan Kalbar, Manto memang tidak semua taksi atau minibus yang mengangkut penumpang berplat hitam itu ilegal. Ada pula mereka yang legal dan platnya tetap hitam.

"Jadi taksi yang berplat hitam itu, sesungguhnya banyak juga yang legal, karena regulasi menentukan. Angkutan umum tidak dalam trayek itu bisa jadi formatnya adalah angkutan sewa khusus, online, kemudian ada angkutan antar jemput," ucap Manto saat diwawancarai, Jumat (19/7/2019).

Apabila taksi antar jemput, ditegaskannya sudah pasti menggunakan plat kuning, sedangkan online menggunakan plat hitam dan taksi seperti Antya, Surya memang platnya hitam, termasuk Dhaffin namun mereka resmi dan legal.

Baca: Penumpang Taksi Ilegal Ternyata Tak Dijamin Asuransi Kecelakan dari Jasa Raharja

Baca: DPRD Minta Dishub Kalbar Gencar Lakukan Penertiban Taksi Ilegal

Manto mengimbau pada masyarakat yang menggunakan jasa transportasi harus memilih yang legal atau berbadan hukum.

Bagi mereka yang belum legal, maka harus segera mengurus izin atau bergabung pada koperasi yang sudah ada izinnya, sehingga legal.

"Ambil taksi yang legal kalau mau berpergian, kalau tidak legal apabila terjadi kecelakaan maka tidak bisa ditanggung asuransi," tegas Manto.

Ia pernah berbicara dengan pihak asuransi, adakah cara untuk melindungi penumpang ditaksi ilegal, namun sampai saat ini regulasi menyebutkan tidak ada.

Halaman
12
Penulis: Syahroni
Editor: Ishak
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved