Wadir Poltesa Nilai Perlu Update Data Terbaru Pantau Trend Anak Putus Sekolah di Sambas

"Angka dua persen itu terlampau tinggi untuk anak usia Sekolah Dasar (SD) putus sekolah," tegasnya.

Wadir Poltesa Nilai Perlu Update Data Terbaru Pantau Trend Anak Putus Sekolah di Sambas
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/M WAWAN GUNAWAN
Wakil Direktur Politeknik Negeri Sambas (Poltesa) Erik Darmansyah, Kamis (18/7/2019). 

Wadir Poltesa Nilai Perlu Update Data Terbaru Pantau Trend Anak Putus Sekolah di Sambas

SAMBAS - Wakil Direktur (Wadir) Politeknik Negeri Sambas (Poltesa) Erik Darmansyah mengatakan, data anak putus sekolah untuk usia Sekolah Dasar (SD) perlu kembali di update. 

Menurutnya, trend angka anak putus sekolah itu harus di kaji lebih jauh. Mulai dari tahun sebelumnya, hingga tahun sesudahnya. 

Mengapa demikian? Hal itu menurut Erik karena akan di lihat apakah ada trend penurunan angka anak putus sekolah, atau justru ada kenaikan anak putus sekolah di Sambas

"Data itu mesti di update, terutama terkait dengan data Anggaran termasuk sebaran anggaran itu kemana saja," ujarnya, saat di kegiatan diskusi Pro-IkQlued Yappika ActionAid dan Gemawan Sambas, Kamis (18/7/2019).

Baca: Gemawan Akan Petakan Masalah Anak Putus Sekolah di Sambas

Baca: Sabhan: Anak Putus Sekolah Bukan Karena Biaya Mahal

Sebagaimana diketahui, di paparkan Gemawan, berdasarkan data yang di rilis oleh Sambas dalam angka jumlah anak putus sekolah di Sambas mencapai dua persen. 

"Angka dua persen itu terlampau tinggi untuk anak usia Sekolah Dasar (SD) putus sekolah," tegasnya. 

"Saran saya Dinas Pendidikan itu agar punya data yang baik dan update terkait alasan utama anak putus sekolah. Apakah itu karena alasan Geografis, ekonomi, atau memang anak dan orang tuanya punya mental yang tidak Pro Pendidikan," ungkapnya. 

Ia jelaskan, selanjutnya temuan itu bisa di kaji lebih jauh untuk di jadikan sebagai pertimbangan Pemerintah Daerah Kabupaten Sambas kedepan. 

"1.100 Itu jumlahnya banyak, maka kita harus dapat data pembanding, dari tahun sebelumnya dan tahun sesudahnya. Jadi ini bisa di kaji lebih jauh, untuk di buat kebijakan Khusus," tuturnya.

Halaman
12
Penulis: M Wawan Gunawan
Editor: Ishak
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved