TP PKK Singkawang Dorong Pengentasan Rendahnya Minat Baca

Menurutnya, orangtua memiliki peran sentral dalam menumbuhkan minat baca anak, keluarga menjadi sekolah pertama bagi anak-anak.

TP PKK Singkawang Dorong Pengentasan Rendahnya Minat Baca
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/RIDHOINO KRISTO SEBASTIANUS MELANO
Foto bersama Talkshow Minat Baca yang diselenggarakan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Singkawang, di Balairung Kantor Wali Kota, Jalan Firdaus, Kelurahan Pasiran, Kecamatan Singkawang Barat, Rabu (17/7/2019). 

TP PKK Singkawang Dorong Pengentasan Rendahnya Minat Baca

SINGKAWANG - Wali Kota Singkawang, Tjhai Chui Mie melalui Asisten Pemerintahan Setda Kota Singkawang, Heri Apriyadi membuka Talkshow Minat Baca yang diselenggarakan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Singkawang, di Balairung Kantor Wali Kota, Jalan Firdaus, Kelurahan Pasiran, Kecamatan Singkawang Barat, Rabu (17/7/2019).

Ketua TP PKK Singkawang, Juli Wahyuni mengatakan saat ini masih rendahnya minat baca generasi milenial dan masih kurangnya kegemaran membaca anak-anak.

"Sehingga untuk mengentaskan isu permasalahan ini setidaknya perlu kerjasama dan kepedulian masyarakat yang terwakili oleh PKK," katanya.

Menurutnya, orangtua memiliki peran sentral dalam menumbuhkan minat baca anak, keluarga menjadi sekolah pertama bagi anak-anak.

Baca: Tumbuhkan Minat Baca, Pemkot Singkawang Gelar Talkshow

Baca: Polres Singkawang Terima Penghargaan Satker Terbaik Dalam Penyerapan Anggaran se-Kalbar

Dengan demikian posisi orangtua adalah menyiapkan bahan bacaan sekaligus membimbing anak-anak dalam menumbuhkembangkan minat baca.

Orangtua dapat menumbuhkan minat baca pada anak dengan cara mengenalkan anak dengan buku sedini mungkin.

Mendorong anak bercerita tentang apa yang telah didengar atau dibacanya, ajak anak ke toko buku/perpustakaan, membeli buku yang menarik untuk anak, sisihkan uang untuk membeli buku, nonton filmnya dan beli bukunya, ciptakan perpustakaan keluarga, tukar buku dengan teman.

Baca: Yayasan LSM Merah Putih Singkawang Siap Layani Rehabilitasi Narkoba

Kemudian, hilangkan penghambat seperti TV atau Playstation, beri hadiah (reward).

Jadikan kegiatan membaca sebagai kebiasaan setiap hari, mengubah cara baca ketika anak kurang atau tidak tertarik dengan buku.

"Serta buat buku sendiri untuk anak dan jadilah teladan orangtua yang lebih berdampak daripada kata-kata," tuturnya.

Penulis: Ridhoino Kristo Sebastianus Melano
Editor: Ishak
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved