Tangkap Tersangka Penipuan, Ini Imbauan Kapolda Kalbar pada Masyarakat

Didi melanjutkan, dari 80 orang tersebut, hanya 70 orang saja yang berhasil didaftarkan atau terverifikasi datanya oleh Traveloka.

Tangkap Tersangka Penipuan, Ini Imbauan Kapolda Kalbar pada Masyarakat
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ RIVALDI ADE MUSLIADI
Kapolda Kalbar Irjen Pol Didi Haryono saat memimpin konferensi pers tentang pengungkapan kasus penipuan pemalsuan data mengatasnamakan Traveloka dengan menghadirkan sang tersangka berinisial RH (36), di Mapolda Kalbar Rabu (17/7). 

Tangkap Tersangka Penipuan, Ini Imbauan Kapolda Kalbar pada Masyarakat

PONTIANAK - Kapolda Kalbar Irjen Pol Didi Haryono menuturkan, tersangka melakukan praktek peminjaman dana secara online melalui media paylater dari Traveloka. Syarat untuk melakukan paylater ke Traveloka cukup dengan mengirimkan data indetitas berupa foto KTP, dan foto diri pemilik KTP.

"Lalu tersangka mengumpulkan masyarakat sebanyak 80 orang mulai Maret sampai Mei 2019. Kemudian tersangka meminta foto KTP dan foto pemilik KTP dengan menggunakan handphone. Setelah itu data tersebut di upload ke akun Traveloka guna mendapat persetujuan," ujar Didi Haryono, saat memimpin konferensi pers, di Mapolda Kalbar Rabu (17/7).

Didi melanjutkan, dari 80 orang tersebut, hanya 70 orang saja yang berhasil didaftarkan atau terverifikasi datanya oleh Traveloka.

Satu orang yang sudah terdaftar di database Traveloka, akan mendapatkan limit peminjaman sebesar Rp. 1 Juta sampai Rp. 8 Juta dalam bentuk poin tiket pesawat dan kamar hotel.

Setelah poin diperoleh, selanjutnya tersangka menjual tiket pesawat dan kamar hotel kepada masyarakat yang akan membeli dengan cara mempromosikan melalui akun Facebook milik tersangka dengan harga murah.

"Misalnya harga standar 1 tiket di Traveloka senilai Rp. 1.2 Juta, tersangka menjual lebih rendah di kisaran harga Rp. 800 Ribu saja, jadi banyak yang tergiur dengan harga murah yang ditawarkan dan dibeli," jelas Irjen Didi Haryono.

Baca: TRIBUNWIKI: Daftar Perguruan Tinggi Negeri Maupun Swasta di Kalbar

Baca: Buka Kotak Suara Pemilu 2019, Ketua KPU Jelaskan Hal Ini

Didi juga mengatakan, total keuntungan sementara yang didaptkan oleh tersangka dari modus melakukan peminjaman online Traveloka sebesar Rp. 350 Juta untuk 70 korban.

Setelah menjual tiket pesawat dan tiket hotel tersebut, uang hasil penjualan tiket harus disetorkan ke Traveloka yang bekerjasama dengan Bank Sinarmas dan PT. Citanusa Sejahtera Finance, namun oleh tersangka uang tersebut digunakan untuk kepentingan pribadi, tidak disetorkan ke Traveloka.

Akibat perbuatannya, tersangka dikenakan pasal 51 ayat 1 tahun 2016 tentang perunahan atas UU nomor 11 tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) dan pasal 35 UU nomor 19 tahun 2019 tentang perubahan atas UU momor 11 tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE).

Penulis: Rivaldi Ade Musliadi
Editor: Jamadin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved