Festival Budaya Dayak ke-1 Kalbar Tuntas Digelar, Bupati Gidot Simpan Harapan

"Ini merupakan peluang bagi kita untuk terus melestarikan adat dan kebudayaan kita serta mempromosikan kepada dunia," katanya.

Festival Budaya Dayak ke-1 Kalbar Tuntas Digelar, Bupati Gidot Simpan Harapan
ISTIMEWA
Bupati Bengkayang, Suryadman Gidot (baju biru berpeci), beberapa waktu lalu 

Festival Budaya Dayak ke-1 Kalbar Tuntas Digelar, Bupati Gidot Simpan Harapan

BEGKAYANG - Semua rangkaian kegiatan di Ramin Bantang Ria Magat Bengkayang, baik Festival Budaya Dayak I maupun Ngarape' Sawa ke-V resmi ditutup dengan pembuatan ritual adat, Jumat (12/07/2019) oleh Panitia Ngarape' Sawa dari Kecamatan Lumar.

Bupati Bengkayang, Suryadman Gidot, M.Pd yang mengikuti acara penutupan tersebut menyampaikan rasa syukur kepada Jubata dan semua pihak yang turut mensukseskan semua kegiatan ini. 

Dikatakannya, penyelenggaraan FBD yang pertama selama beberapa hari telah menjadi trending topic dan antusiasme masyarakat cukup besar dalam bidang kebudayaan. 

"Ini merupakan peluang bagi kita untuk terus melestarikan adat dan kebudayaan kita serta mempromosikan kepada dunia," katanya.

Baca: Atraksi Budaya di Bengkayang Masuk Nominasi Anugerah Pesona Indonesia, Ini Kata Bupati Gidot

Baca: Kasus Tipikor Bengkayang, Polda Kalbar Beberkan Adanya Modus Operandi

Dengan dibangunnya Ramin Bantang ini, ia mengajak rumah yang sudah ada ini dijaga, dirawat dan dikembangkan agar terpelihara dengan baik. 

DAD diminta untuk mengatur pengelolaan, misalnya untuk kegiatan pelatihan, kegiatan pernikahan. Dikelola dengan baik dan bukan menjadi kebanggaan sementara.

Bupati turut mengingatkan agar semua pihak, khususnya DAD untuk menggali kembali hal-hal yang hampir punah agar tidak hilang termakan waktu. 

Baca: Dua Event Budaya Dayak di Bengkayang Masuk Nominasi Anugerah Pesona Indonesia

"Kalau mulai hari ini kita tidak ambil bagian, maka dimasa mendatang kita, khususnya Suku Dayak akan menjadi kelompok yang abu-abu, tidak mempunyai jati diri," jelasnya.

Bupati juga meminta agar DAD dapat merumuskan agenda-agenda kebudayaan dan hal-hal yang bersifat pelestarian adat. 

"Pengembangan bahasa daerah agar dibuat kamus. Gagasan agar Bengkayang mampu menjadi pusat pembelajaran mengenai suku-suku Dayak," harapnya. (*/dho)
 

Penulis: Ridho Panji Pradana
Editor: Ishak
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved