Desas-desus Menteri Kabinet Jilid II, Peneliti CSIS Arya Fernandes Sarankan Ini ke Presiden Jokowi

Adapun kriteria khusus yang bisa diterapkan saat menyaring calon menteri dari parpol, menurut dia, yakni punya pengalaman, integritas, dan loyalitas.

Desas-desus Menteri Kabinet Jilid II, Peneliti CSIS Arya Fernandes Sarankan Ini ke Presiden Jokowi
ANTARA FOTO/NOVA WAHYUDI
Pasangan Calon Presiden dan Calon Wakil Presiden nomor urut 01 Joko Widodo (kiri) dan K.H. Maruf Amin (kanan) tiba di kantor KPU, Jakarta, Minggu (30/6/2019). 

Desas-desus Menteri Kabinet Jilid II, Peneliti CSIS Arya Fernandes Sarankan Ini ke Presiden Jokowi

Peneliti dan pengamat politik Centre for Strategic and International Studies (CSIS), Arya Fernandes menyarankan Presiden Joko Widodo membuat syarat khusus atau standar khusus untuk calon menterinya pada periode pemerintahan 2019-2024.

Menurut Arya, standar atau syarat khusus tersebut bisa diterapkan dalam menjaring calon menteri yang berasal dari partai atau memiliki hubungan dengan partai politik tertentu.

"Kalau perlu Jokowi harus memberikan batasan jika mau berkompromi dengan partai politik. Jokowi harus memberikan batasan atau syarat khusus kepada partai-partai yang menyodorkan calon menteri," ujar Arya dikutip dari Kompas.com, Jumat (12/07/2019).

Adapun kriteria khusus yang bisa diterapkan saat menyaring calon menteri dari parpol, menurut dia, yakni punya pengalaman, integritas, dan loyalitas.

Arya juga menilai, Jokowi perlu membentuk tim terbatas guna menganalisis kompetensi, kecocokan, serta loyalitas calon menteri dari parpol.

Baca: Respon TKN Jokowi - Maruf Amin Soal Keseriusan Presiden Jokowi Isi Jabatan Menteri dari Anak Muda

Baca: Presiden Jokowi Serius Rekrut Anak Muda Jadi Menteri, Begini Respon Ketua DPR RI Bambang Soesatyo

Maka dari itu, Jokowi diharapkan memiliki kemampuan tawar-menawar dengan baik.

"Salah satu cara tawar-menawar yang bisa dilakukan Jokowi dengan mensyaratkan calon menteri dari parpol haruslah yang profesional, jadi politisi profesional," jelasnya dikutip dari Kompas.com. 

"Jokowi bisa juga mengambil calon menteri profesional, tidak tergabung dengan parpol, namun punya hubungan baik dengan parpol tertentu. Itu bisa juga asalkan pengalaman, kompetensi, dan syarat lainnya terpenuhi," tandas Arya.

Arya Fernandes juga menuturkan beberapa pos kementerian pada periode kedua Presiden Joko Widodo seharusnya tetap diisi oleh profesional non politisi.

Halaman
12
Penulis: Rizky Prabowo Rahino
Editor: Rizky Prabowo Rahino
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved