Terkait Wacana Penggunaan e-Voting di Pilkada 2020, JaDI Kalbar Ingatkan Banyak Pengalaman Buruk

Saya secara pribadi lebih setuju pemungutan suara tetap menggunakan surat suara bukan e voting, dan untuk penerapan teknologinya dengan e counting

Terkait Wacana Penggunaan e-Voting di Pilkada 2020, JaDI Kalbar Ingatkan Banyak Pengalaman Buruk
TRIBUPONTIANAK.CO.ID/RIDHO PANJI PRADANA
Ketua KPU Kalbar Umir Umi Rifdiawaty 

Terkait Wacana Penggunaan e-Voting di Pilkada 2020, JaDI Ingatkan Banyak Pengalaman Buruk

PONTIANAK - Penerapan teknologi e-voting dalam Pilkada 2020 mendapatkan sorotan dari Presedium JaDI Kalbar, Umi Rifdiawaty. 

Iapun mengingatkan beberapa aspek penting sebelum metode tersebut diterapkan. 

Berikut petikan wawancara lengkapnya, Selasa (09/07/2019): 

"Penerapan teknologi dalam pelaksanaan pemilu semua sangat memungkinkan untuk digunakan. 

Segala kemungkinannya dapat dipelajari sisi kekuatan dan kelemahannya.

Pengalaman beberapa negara bisa dijadikan rujukan untuk memilih teknologi seperti apa yang akan digunakan.

Baca: KPU Kalbar Tunggu Arahan Terkait Penggunaan e-Voting di Pilkada 2020

Baca: Dewan Nilai, Pemda Kurang Sosialisasi Pemilihan Kades dengan E-Voting

Selain itu juga tentu harus dengan kajian dan pertimbangan yang menyeluruh mengingat kondisi geografis dan fasilitas yang tersedia di negara kita. 

Terkait e-voting beberapa negara memiliki pengalaman buruk ketika ada problem terkait jaringan listrik dan internet, meski juga ada alternatif apakah e voting kelak on line atau off line, tapi ada pengalaman buruk di beberapa negara terkait e voting.

Pengalaman Saya saat ke Duval County Florida Amerika Serikat mereka sudah meninggalkan e voting dan beralih kembali pada surat suara, dengan alasan bahwa jika terjadi sengketa surat suara secara fisiknya tetap ada. 

Halaman
12
Penulis: Ridho Panji Pradana
Editor: Ishak
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved