Mata Najwa

Haris Azhar Sebut Sama-sama Lunglai saat Bahas Pidato Jokowi dan Pelanggaran HAM Prabowo

Haris Azhar Sebut Sama-sama Lunglai saat Bahas Pidato Jokowi dan Pelanggaran HAM Prabowo.........

Penulis: Nasaruddin | Editor: Nasaruddin
Youtube Mata Najwa
Haris Azhar Sebut Sama-sama Lunglai saat Bahas Pidato Jokowi dan Pelanggaran HAM Prabowo 

Direktur Lokataru, Haris Azhar menjadi satu di antara nara sumber yang hadir dalam program Mata Najwa di Trans7, Rabu (3/7/2019) malam.

Pada kesempatan itu, Haris Azhar berbicara soal rekonsiliasi Jokowi dan Prabowo yang didengungkan beberapa pihak.

Haris mengatakan, masyarakat saat ini sedang melihat rekonsiliasi seperti apa yang akan dilakukan.

Beberapa dari masyarakat, ada yang setuju, kecewa dan lain-lain. 

"Tetapi juga sebetulnya kalau masyarakat lebih sadar, kalau saya cocokkan dengan kondisi mereka, sebetulnya rekonsiliasi tak ada term of reference, kerangkanya apa?," kata Haris Azhar, di Mata Najwa.

"Ini rekonsiliasi soal apa? Menyelamatkan bangsa? menyelematkan posisi? Menyelamatkan muka atau menyelamatkan masa depannya untuk terus berpolitik?," katanya.

Baca: Haris Azhar Curiga Rekonsiliasi Jokowi dan Prabowo Hanya untuk Selamatkan Muka

Baca: VIDEO: Indahnya Wisata Balek Kampoeng di Desa Kalimas, Kubu Raya

Haris mengatakan, masyarakat politik, sebetulnya sibuk hanya sekitar 30 40 orang saja yang banyak bicara tentang rekonsiliasi.

Haris Azhar mengatakan, buat masyarakat yang melihat di bawah, sebetulnya mereka melihat bahwa partai-partai ini sudah berkoalisi dalam rangka tidak memenuhi hak mereka di lapangan.

"Misalnya kasus-kasus hak-haknya para buruh atau karyawan, para masyarakat adat, perempuan yang menjadi korban dan lain-lain," katanya.

Sebetulnya waktu mereka datang ke parlemen direspon. Mereka datang ke satu kantor atau ke satu forum itu direspon.

"Tetapi follow up kerjanya tidak ada. Ternyata, balik ke konstalasi yang lebih tinggi, ternyata sebetulnya bukan melihat soal koalisi dan partai tapi melihat soal oligarki," paparnya.

"Dimana ada instrumen-instrumen politik itu beriringan jalannya bersama pemilik modal atau uang. Nah mereka-mereka ini yang sebetulnya yang menentukan," lanjutnya. 

Haris Azhar mengatakan, apa yang disampaikan politisi Gerindra, Arief Poyuono, bahwa dulu mereka bersama PDI P dan lain-lain, hal tersebut menurutnya memang hanya soal martabak.


"Jadi sebetulnya nggak usah terlalu serius-serius banget diskusinya. Soal dibalik-balik aja. Dibalik, besok beteman sama ini," katanya.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved