Haris Azhar Curiga Rekonsiliasi Jokowi dan Prabowo Hanya untuk "Selamatkan Muka"
Haris Azhar Curiga Rekonsiliasi Jokowi dan Prabowo Hanya untuk Selamatkan Muka.............................
Penulis: Nasaruddin | Editor: Nasaruddin
Direktur Lokataru, Haris Azhar mengatakan, masyarakat saat ini sedang melihat rekonsiliasi seperti apa yang akan dilakukan.
Beberapa dari masyarakat, ada yang setuju, kecewa dan lain-lain.
"Tetapi juga sebetulnya kalau masyarakat lebih sadar, kalau saya cocokkan dengan kondisi mereka, sebetulnya rekonsiliasi tak ada term of reference, kerangkanya apa?," kata Haris Azhar, di Mata Najwa.
"Ini rekonsiliasi soal apa? Menyelamatkan bangsa? menyelematkan posisi? Menyelamatkan muka atau menyelamatkan masa depannya untuk terus berpolitik?," katanya.
Haris mengatakan, masyarakat politik, sebetulnya sibuk hanya sekitar 30 40 orang saja yang banyak bicara tentang rekonsiliasi.
Baca: Fadli Zon Bicara Kemerdekaan Palestina, Diskriminasi Minoritas Rohingya dan Uighur di WTC Rusia
Baca: Pertemuan Jokowi-Prabowo Diharapkan Sejukkan Suhu Politik
Haris Azhar mengatakan, buat masyarakat yang melihat di bawah, sebetulnya mereka melihat bahwa partai-partai ini sudah berkoalisi dalam rangka tidak memenuhi hak mereka di lapangan.
"Misalnya kasus-kasus hak-haknya para buruh atau karyawan, para masyarakat adat, perempuan yang menjadi korban dan lain-lain," katanya.
Sebetulnya waktu mereka datang ke parlemen direspon. Mereka datang ke satu kantor atau ke satu forum itu direspon.
"Tetapi follow up kerjanya tidak ada. Ternyata, balik ke konstalasi yang lebih tinggi, ternyata sebetulnya bukan melihat soal koalisi dan partai tapi melihat soal oligarki," paparnya.
"Dimana ada instrumen-instrumen politik itu beriringan jalannya bersama pemilik modal atau uang. Nah mereka-mereka ini yang sebetulnya yang menentukan," lanjutnya.
Haris Azhar mengatakan, apa yang disampaikan politisi Gerindra, Arief Poyuono, bahwa dulu mereka bersama PDI P dan lain-lain, hal tersebut menurutnya memang hanya soal martabak.
"Jadi sebetulnya nggak usah terlalu serius-serius banget diskusinya. Soal dibalik-balik aja. Dibalik, besok beteman sama ini," katanya.
Haris Azhar menegaskan dirinya tidak percaya rekonsiliasi mengatasnamakan rakyat untuk kebaikan, persatuan, memulihkan luka.
"Saya nggak percaya. Saya nggak percaya. Karena begini. Rekonsiliasi itu bukan cara. Rekonsiliasi itu adalah hasil dari kerja. Kerja bersamanya apa? Itu yang mau saya uji," kata Haris.
Haris Azhar mengatakan dirinya punya dua contoh.