PLN Apresiasi Warga Sempadang Gotong-Royong Angkut Tiang listrik

masyarakat harus bahu-membahu memasukkan tiang listrik dari lokasi yang bisa dijangkau kendaraan hingga ke lokasi yang sama sekali tidak bisa dilalui

PLN Apresiasi Warga Sempadang Gotong-Royong Angkut Tiang listrik
ist
Warga mengangkut tiang listrik untuk kebutuhan penerangan di Selakau Sambas. 

PLN Apresiasi Warga Sempadang Gotong-Royong Angkut Tiang listrik

PONTIANAK - Humas PLN Unit Induk Wilayah (UIW) Kalbar, Hendra Fattah menyebutkan PLN sangat mengapresiasi upaya masyarakat di dua dusun, yakni Sempadang dan Gayong Bersambut di Kecamatan Selakau, Kabupaten Sambas, Kalimantan Barat yang rela bergotong-royong mengangkut tiang listrik ke dusunnya demi penerangan dari PLN.

“Kita dari PLN menyambut baik sekaligus mengapresiasi antusias masyarakat untuk membantu pihak vendor proyek untuk memasukkan material terutama tiang listrik ke lokasi dusun mereka yang tidak bisa dijangkau kendaraan,’ ujarnya di Pontianak, Rabu (3/7/2019).

Baca: 3 Cosplayer Asal Jepang Ditahan Imigrasi Malaysia, Ini Penyebanya

Baca: Roadshow Patriot Desa Digital Telkomsel Dorong Peningkatan Ekonomi Lewat Teknologi Digital

Hendra menyebutkan masuknya tiang listrik di dua dusun tersebut yang selama ini belum menikmati listrik PLN sebagai wujud dan semangat PLN untuk menerangi Kalbar.

“Proyek tersebut masuk dalam program listrik desa tahun 2019. Dengan begitu dipastikan tahun ini di Sempadang dan Gayong Bersambut sudah bisa terang benderang,” papar dia.

Dia berharap dengan adanya listrik masuk di dusun tersebut bisa mendorong kemajuan daerah baik di bidang ekonomi, pendidikan dan lainnya.

“Kita mengingatkan juga kepada masyarakat untuk tidak menerima tawaran pemasangan listrik baru dan murah ketika jaringan terpasang. Kita akan terlebih dahulu sosialisasi dahulu soal pemasangan,” pesannya.

Sementara itu, Tokoh Masyarakat Gayong Bersambut, Desa Selakau Tua, Satria berterima kasih kepada semua pihak termasuk PLN sehingga dusunnya akan terang benderang.

“Kami ucapkan terima kasih termasuk PLN di mana tahun ini masuk listrik di dusun kami. Ini lah yang kami dambakan,” papar dia.

Dia menceritakan bahwa untuk memasukkan tiang listrik ke dusunnya, masyarakat harus bahu-membahu memasukkan tiang listrik dari lokasi yang bisa dijangkau kendaraan hingga ke lokasi yang sama sekali tidak bisa dilalui mobil. Untuk melanjutkan nya ke dua dusun tersebut, material harus melalui dua kali tahapan.

“Pertama material sempat harus melalui sungai kecil yang diberi pelampung. Selanjutnya baru dilanjutkan dengan dipikul oleh delapan orang per batang tiang listrik,” kata dia.

Sementara itu, Tokoh Pemuda Dusun Sempadang, Desa Budok, Juanda mengatakan sejak lama masyarakat di dua dusun mendambakan listrik dari PLN. Namun, baru kini bisa terealisasi.

“Kita bersyukur saat ini material sudah masuk. Inilah harapan masyarakat karena saat ini listrik sudah menjadi kebutuhan dasar jika ingin daerah nya maju,” sebut dia.

Editor: Nina Soraya
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved