Kata Presedium JaDI Kalbar Terkait Penetapan Caleg Kalbar

Harapan untuk para anggota DPRD terpilih selamat menjalankan amanah dengan penuh rasa tanggung jawab, dan tentu harus berbuat yang terbaik buat rakyat

Kata Presedium JaDI Kalbar Terkait Penetapan Caleg Kalbar
TRIBUPONTIANAK.CO.ID/RIDHO PANJI PRADANA
Ketua KPU Kalbar Umir Umi Rifdiawaty 

Kata Presedium JaDI Kalbar Terkait Penetapan Caleg

PONTIANAK - Ketua Presedium JaDI Kalbar, Umi Rifdiawaty menerangkan, untuk penetapan caleg terpilih MK bersurat ke KPU terkait daerah yang ada sengketa PHPU.

Maka selain daerah yang bersengketa itu dilakukan penetapan jumlah kursi dan calon terpilih, jadi MK hubungan koordinasinya dengan KPU RI dan selanjutnya KPU RI yang menyampaikan informasi dan arahan kepada KPU Prov maupun KPU Kabupaten/Kota terkait penetapan jumlah kursi dan calon terpilih. 

Jika ada caleg yang sudah ditetapkan kemudian berhalangan maka KPU mengacu pada ketentuan peraturan perundang-undangan, dengan mekanisme penggantian calon terpilih sesuai dengan perolehan suara terbanyak berikutnya, karena calon terpilih tersebut belum dilantik, maka mekanismenya penggantian calon terpilih.

Harapan untuk para anggota DPRD terpilih selamat menjalankan amanah dengan penuh rasa tanggung jawab, dan tentu harus berbuat yang terbaik buat rakyat Kalimantan Barat. 

Baca: JaDI Kalbar Dorong Keterlibatan Perempuan Maju di Pemilu, Terutama Jelang Pilkada 2020

Baca: JaDI Kalbar Harap DPRD Kalbar yang Baru Lebih Disiplin

Mengingat anggota DPRD adalah jabatan yang diperoleh melalui pemilihan maka sangat penting bagi anggota DPRD tersebut untuk bekerja dengan baik agar kelak pada pemilu berikutnya rakyat akan memilih mereka kembali.

Kalau boleh saran kedepan ada baiknya anggota DPRD Provinsi ini lebih disiplin mengenai waktu, dulu saya punya pengalaman beberapa kali mengikuti undangan sidang paripurna DPRD dan sering kali molor dari jadwal undangan karena belum kuorum. Semoga untuk periode berikutnya tidak terjadi lagi

Wajah baru di lembaga legislatif adalah keniscayaan dari sebuah proses pemilu, karena melalui pemilu rakyat akan menilai dengan memberikan reward atau punishment kepada petahana.

Baca: Pileg dan Pilpres Bersamaan Putusan Mahkamah Konstitusi, Berikut Pendapat JaDI Kalbar

Baca: JaDI Kalbar Nilai Salah Entry KPU Murni Human Eror

Jika mereka puas dengan kinerja petahana maka akan dipilih kembali demikian juga sebaliknya, indikasi ini bisa dimaknai bahwa masyarakat sudah cerdas dalam menggunakan hak konstitusionalnya meski edukasi politik tetap harus terus menerus dilakukan kepada masyarakat. 

Selanjutnya meski beredar isu dimasyarakat bahwa maraknya politik uang terkait keterpilihan caleg, sepanjang tidak diproses secara formal artinya tidak ada laporan maupun temuan bawaslu maka hal itu hanya akan menjadi isu semata. (dho)

Penulis: Ridho Panji Pradana
Editor: Ishak
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved