Wakil Ketua Komisi IV DPR RI Berang Pemerintah Rencanakan Pelarangan Kratom

Daniel mengatakan, jika dirinya telah menyampaikan kepada menteri yang bersangkutan agar mengkaji daun kratom.

Penulis: Ridho Panji Pradana | Editor: Ishak
TRIBUNPONTIANAK/ISTIMEWA
Tanaman Kratom (Mitragyna speciosa Korth). 

Tanaman ini sering digunakan sebagai tanaman obat herbal untuk mengobati beberapa penyakit seperti diare, pereda nyeri, batuk, darah tinggi, dan lemah syahwat.  

Kratom juga biasa digunakan untuk mengatasi kelelahan dan meningkatkan semangat kerja.

Kratom dapat dengan mudah kita jumpai di masyarakat dan diperjual belikan secara online.

Saat ini juga, penggunaan kratom sudah sangat menyebar luas di kalangan masyarakat.

Penggunaan kratom di masyarakat biasanya digunakan dengan cara mengunyah daun kratom beberapa helai setiap hari.

Ada juga yang menggunakan daun kratom dengan cara membuatnya menjadi serbuk atau bahkan diseduh sebagai teh herbal.

Pada penggunaan rutin, rata-rata masyarakat bisa menggunakan 10-60 daun kratom atau lebih setiap hari untuk mengatasi penyakitnya.

Kratom mengandung lebih dari 40 jenis alkaloid diantaranya adalah mitraginin, 7-hidroksimitraginin, painantein, spesioginin, spesiolisiatin, beberapa jenis flavonoid, terpenoid, saponin, dan beberapa jenis glikosida.

Senyawa aktif mitraginin dan 7-hidroksimitraginin pada kratom membuat kratom mempunyai potensi efek analgetik yang kuat.

7-hidroksilmitraginin mempunyai efek analgetik 13 kali lebih tinggi dibandingkan dengan morfin dalam meredakan nyeri.

Mitraginin, spesioginin, painantein, dan spesiolitin bekerja dengan mengikat reseptor opioid pada otak menyebabkan efek memperbaiki mood serta memberikan perasaan senang.

Kandungan-kandungan ini lah yang menyebabkan kratom banyak digunakan di masyakat sebagai pereda nyeri, mengatasi kelelahan dan meningkatkan semangat kerja.

Efek kratom pada manusia sebenarnya juga tergantung dari dosis kratom yang diminum dalam sekali minum. Pada dosis rendah, kratom mempunyai efek stimulasi meningkatkan mood.

Namun pada efek yang lebih tinggi, kratom dapat memberikan gejala seperti senyawa opiat berupa efek analgesik (meredakan nyeri) dan sedasi. Pada dosis ini, kratom mulai bisa digunakan sebagai narkotika.

Halaman
1234
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved