Pilpres 2019

Refly Harun Ungkap Pangkal Persoalan Masyarakat Terbelah Jadi Cebongers dan Kampreters

Refly Harun Ungkap Pangkal Persoalan Masyarakat Terbelah Jadi Cebongers dan Kampreters

Refly Harun Ungkap Pangkal Persoalan Masyarakat Terbelah Jadi Cebongers dan Kampreters
Youtube TVOne
Pakar Hukum Tata Negara, Refly Harun 

Pakar Hukum Tata Negara, Refly Harun mengungkapkan, Presidensial Threshold (PT) adalah pangkal persoalan masyarakat terbelah menjadi dua grup besar selama 5 tahun terakhir: cebongers n kampreters.

Oligarki politik memborong semua parpol sehingga hanya menyisakan satu calon agar Pilpres tetap berlangsung.

Oleh karena itu, Refly Harun menyarankan agar ke depan, karena Jokowi tak lagi nyalon, hapuskan PT.

"Beri kesempatan bibit-bibit pemimpin tumbuh dan berkembang serta berkompetisi dalam pilpres. Jangan biarkan oligarki politik mempertahankan PT dan memborong semua parpol sehingga terjadi dua calon lagi," tulisnya dalam akun Twitter.

Refly Harun menyampaikan, ada tiga agenda penting menanti Jokowi - Ma’ruf Amin setelah MK mengucapkan putusan.

Agenda pertama adalah selamatkan KPK dan agenda pemberantasan korupsi dari pelemahan.

Baca: Mahfud MD Sampaikan Pesan Untuk yang Tidak Puas Atas Putusan MK: Yang Dzalim dan Dusta Akan Diadzab

Baca: Soroti Dalil Prabowo - Sandiaga Soal Status Jabatan DPS Maruf Amin, Refly Harun Sebut MK Menghindar

Kemudian Jokowi - Ma'ruf disarankannya untuk memilih menteri yang berintegritas dan mau bekerja.

"Beranilah mengatkan tidak kepada mereka yang bermasalah," katanya.

Agenda penting ketiga adalah bentuk tim ahli untuk review UU Pemilu.

Terkait hasil putusan MK soal sengketa Pilpres 2019, Refly Harun mengatakan, sejak awal pembuktian tim hukum Prabowo Subianto-Sandiaga Uno terkait kecurangan Pilpres yang terstruktur, sistematis, dan masif (TSM) masih lemah.

Halaman
1234
Penulis: Nasaruddin
Editor: Nasaruddin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved