Syamsuri : Ulama dan Umara Bagaikan Dua Sisi Mata Uang

Supaya sebuah pemerintah dapat berjalan dengan penuh kedamaian, maka umara dan ulama harus bersatu dan kompak

Syamsuri : Ulama dan Umara Bagaikan Dua Sisi Mata Uang
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ Wawan Gunawan
Pelaksanaan kegiatan silaturahmi antara Ulama, Umara dan Organisasi Kemasyarakatan (Ormas) Islam, Se-Kabupaten Sambas, Rabu (26/6/2019). Di Aula Kantor Bupati Sambas. 

Syamsuri : Ulama dan Umara Bagaikan Dua Sisi Mata Uang

SAMBAS- Ketua Majlis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Sambas, H Syamsuri, mengatakan umara atau pemimpin pemerintahan dengan para ulama seperti dua sisi dimata uang yang tidak bisa dipisahkan.

Hal itu ia sampaikan di kegiatan kegiatan silaturahmi antara Ulama, Umara dan Organisasi Islam, dan Tokoh Agama Se-Kabupaten Sambas, Rabu (26/6/2019), di Aula Kantor Bupati Sambas, di Jalan Pembangunan Kota Sambas.

Dengan mengusung tema, Merajut ukhuwah, menebar maslahah menuju Sambas yang berakhlakul Karimah.

MUI berharap kedepan MUI dan Umara tetap bisa berjalan bersamaan dan kompak.

"Supaya sebuah pemerintah dapat berjalan dengan penuh kedamaian, maka umara dan ulama harus bersatu dan kompak," ujarnya.

Baca: Kapolres Sintang Berikan Bantuan Sembako Untuk Anak Panti Asuhan Insan Jemelak

Baca: DPRD Singkawang Sharing ke DPRD Landak, Ini Tujuannya

Ia menjelaskan, saat ini persatuan dan kesatuan bangsa merupakan tanggung jawab semua masyarakat untuk menjaganya, terutama yang berada di Kabupaten Sambas.

"Nabi kita Muhammad SAW, mempunyai tugas yang salah satunya untuk menyatukan umat, maka hal ini juga merupakan tugas kita dalam menjaga persatuan dan kesatuan, agar tidak terpecah belah," tuturnya.

Kedepannya, Indonesia kata Syamsuri juga harus menjadi pionir persatuan umat Islam di dunia.

"Bangsa kita harus menjadi pionir kebangkitan umat Islam di dunia, karena umat muslim di Indonesia adalah yang paling banyak dibandingkan negara lainnya," ungkapnya.

Maka dengan demikian, pesantren, madrasah dan Tsanawiyah ataupun sekolah-sekolah Islam lainnya, perlu mendapatkan perhatian dan pembangunan.

"Pesantren, madrasah, Tsanawiyah perlu diperhatikan dan lakukan pembangunan terus, sehingga pemahaman keagamaan dan konsep persatuan umat dapat ditanamkan," tegasnya.

"Jangan sampai negara kita yang mayoritas muslim di kendalikan oleh bangsa zionis," tutup Syamsuri. 

Penulis: M Wawan Gunawan
Editor: Jamadin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved