Ritual Adat Nyobakng, Ritual Cuci Tengkorak Kepala Manusia

Sebagian besar dari kita mungkin sudah pernah mendengar cerita mengenai suku asli yang mendiami Pulau Kalimantan Barat.

Editor: Madrosid
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/Marpina Wulan
Prosesi Ritual Adat Nyobakng 

Citizen Reporter
IT PDKB
Krisantus

Ritual Adat Nyobakng, Ritual Cuci Tengkorak Kepala Manusia

PONTIANAK - Sebagian besar dari kita mungkin sudah pernah mendengar cerita mengenai suku asli yang mendiami Pulau Kalimantan Barat.

Satu diantaranya ada suku Dayak. Nah bagaimana jika mendengar cerita jaman dahulu tentang perperangan antar suku yang mengincar kepala dari musuhnya.

Tentu dipikirkan kita hal ini sangat menyeramkan.

Seiring berjalannya waktu, tradisi ini sudah tidak lagi dilakukan di kepulauan terbesar kedua di Indonesia tersebut. Yang ada saat ini hanyalah pelestarian kebudayaan seperti perayaan ritual adat.

Baca: 52 Anak Ikuti Khitanan Massal UPZ Baznas - RSUD Pemangkat

Baca: Vakum Sembilan Tahun, Poktan Rejeki Baru Mulai Beraktifitas

Baca: Lucinta Luna Teguk Minuman Alkohol Ngamuk Pada Boy William, Pakai Lempar Minuman!

Contohnya ritual Adat Nyobakng, yang diadakan di Dusun Seibiang (Kampung Tandan) Desa Bengkawan, Kec. Seluas, Kab. Bengkayang. Kamis (20/06/2019)

Nyobakng merupakan ritual yang dilakukan setiap tahunnya untuk mengucapkan rasa syukur kepada Tuhan. Rasa syukur atas hasil panen padi masyarakat suku Dayak Bidayuh.

Baca: 52 Anak Ikuti Khitanan Massal UPZ Baznas - RSUD Pemangkat

Baca: Vakum Sembilan Tahun, Poktan Rejeki Baru Mulai Beraktifitas

Baca: Lucinta Luna Teguk Minuman Alkohol Ngamuk Pada Boy William, Pakai Lempar Minuman!

Selain itu Nyobakng juga merupakan ritual adat untuk menghormati benda pusaka yang merupakan warisan leluhur.

Benda pusaka ini berupa tengkorak kepala manusia yang di jaman dahulu merupakan hasil dari perperangan antar suku, biasa disebut mengayau.

Tengkorak kepala manusia ini disimpan di Baluk rumah Adat Suku Dayak Bidayuh. Karena sekarang mengayau sudah tidak dilakukan lagi. Maka digelar lah ritual Adat Nyobakng tersebut.

Tidak hanya itu, terdapat juga berbagai objek wisata menarik. Bagi anda yang menyukai keindahan alam melalui jepretan kamera, anda bisa mengabadikan kegiatan masyarakat dalam upaya melestarikan kebudayaan yang dimiliki nya.

Tertarik dengan kebudayaan adat istiadat suku asli Kalimantan Barat ini, atau kebudayaa adat lainnya tapi bingung bagaimana ikut berpartisipasi. Teman-teman bisa menghubungi Matu’ano Borneo Travelling di kontak di bawah ini. Matu’ano (yang berarti matahari) Borneo Travelling adalah komunitas wisata khusus budaya yang ada di Kalimantan. (Marpina Sindika Wulandari)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved