Universitas BSI Kampus Pontianak Gelar Workshop dan Sertifikasi Profisiensi Sistem Basis Data

"Konsep pembuatan database dibuat untuk penyimpanan data dimana ini digunakan untuk pembuatan program.

Universitas BSI Kampus Pontianak Gelar Workshop dan Sertifikasi Profisiensi Sistem Basis Data
TRIBUNPONTIANAK/Anggita Putri
Suasana Workshop Sertifikasi Profisiensi Sistem Basis Data di Aula UBSI Kampus Pontianak, kamis (20/6/2019) 

Universitas BSI Kampus Pontianak Gelar Workshop dan Sertifikasi Profisiensi Sistem Basis Data

PONTIANAK - Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) Kampus Kota Pontianak gelar Workshop dan Sertifikasi Profisiensi Sistem Basis Data, di Aula UBSI Pontianak, kamis (20/6/2019).

Sri Murni (31) Pemateri pada workshop Sertifikasi Profisiensi Sistem Basis Data yang diselenggarakan oleh Program Studi Sistem Informasi UBSI Kampus Pontianak.

Ia mengatakan pada workshop ini fokus pembahasannya pada aplikasi SQL. Jadi mahasiswa diajarkan atau dijelaskan mengenal bahasa query yang ada di SQL. mulai dari membuat tabel menambah data . Kemudian mengatur akses pada database.

"Konsep pembuatan database dibuat untuk penyimpanan data dimana ini digunakan untuk pembuatan program. Karena mereka jurusan Sistem Informasi konsep database ini harus mereka kuasai," ujarnya.

Baca: RAMALAN ZODIAK Kesehatan Jumat 21 Juni 2019, Buka Pikiranmu Libra, Sagitarius Butuh Keharmonisan

Baca: TERPOPULER- Pengasuh Habisi Anak 20 Bulan, Bawaslu Kubu Raya Buka Suara, hingga Kevin Aprilio Curhat

Baca: Kalbar 24 Jam - Sembunyikan Sabu, Pelaku Pembunuhan Ditangkap, hingga Sutarmidji Akan Rotasi Pejabat

Karena lulusan dari Sistem informasi akan menghasilkan programmer dan perlu database untuk penyimpanan data nya.

Kemudian setelah diajarkan konsep SQL mahasiswa juga diajarkan bagaimana aturannya atau manajemen database.

"Proses pembuatan database pertama adalaha desain, nanti mahasiswa akan menggambar membuat diagram . Kebetulan mereka yang TA pembuatan diagramnya ada beberapa bentuk seperti ERD, ERS, dan normalisasi .

Ia mengatakan kesulitan mahasiswa dalam pembuatan database pada dasarnya saat dijelaskan pada perkuliahan mahasiswa kurang memperhatikan karena implementasinya .

"Kadang mereka bingung menetukan tabel yang harus diperlukan didalam database apa-apa saja," ucapnya.

Kemudian menggambar kedalam ERD dengan ERS tidaklah mudah. Jadi harus paham teori dan tahapan dalam membuat database.

"Database ini sangat penting untuk TA karena keluaran dari kampus tugas akhir yang mahasiswa buat adalah program atau aplikasi dan perlu database jadi harus terpenuhi keduanya ," ucapnya.

Ia berharap mahasiswa bisa meriview dan semakin mendalami pemahaman tentang konsep basis data kemudian sebagai bekal untuk membuat TA saat ini.

"Setidaknya mereka ingat kembali cara menentukan database dan dengan adanya kegiatan ini mendukung mereka untuk sertifikasi. Karena lulusan mereka harus ada SKPI satu diantaranya adalah sertifikat kompetensi mereka," pungkasnya.

Penulis: Anggita Putri
Editor: Maskartini
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved