Mantan Presiden Mesir Mohammed Morsi Meninggal di Pengadilan, Sempat Berbicara 20 Menit
Jaksa penuntut umum mengatakan bahwa dia telah roboh di dalam kursi terdakwa di ruang sidang tak lama setelah berbicara
Penulis: Dhita Mutiasari | Editor: Dhita Mutiasari
Mantan Presiden Mesir Mohammed Morsi Meninggal di Pengadilan, Sempat Berbicara 20 Menit
Mantan Presiden Mesir Mohammed Morsi meninggal dunia pada usia 67 tahun setelah pingsan di ruang sidakng di Kairo pada Senin (17/6/2019).
Dikatakan Morsi pingsan setelah sidang dan meninggal sesudahnya.
Dilansir dari Al Arabiya, Morsi sempat berbicara selama 20 menit selama sesi persidangan dan gelisah.
Dia pingsan di pengadilan dan meninggal saat dilarikan ke rumah sakit.
Jaksa penuntut umum mengatakan bahwa dia telah roboh di dalam kursi terdakwa di ruang sidang tak lama setelah berbicara, dan dinyatakan meninggal di rumah sakit Senin (17/6/2019) pada pukul 4:50 malam (1450 GMT) waktu mesir atau 21.50 WIB malam.
Sebuah tim medis memeriksa jenazah Mohamed Morsi dan keluarganya mengatakan mereka akan mengurus penguburannya.
Baca: Innalilahi Wainnailaihi Roziun, Kabar Duka Datang dari Fahri Hamzah
Baca: TERPOPULER- Mahasiswi UNS Asal Kalbar Tewas, Sindikat Narkotika Jalur Laut, hingga Ibukota Indonesia
Baca: Raperda RPJMD 2020-2024 Disahkan, Jadi Acuan Pembangunan Lima Tahun Kedepan
Sesi persidangan Mohamed Morsi menyangkut kasus yang melibatkan spionase dengan Hamas, serta keterlibatannya dalam istirahat penjara Wadi al-Natrun pada tahun 2011.
Jaksa Penuntut Umum Mesir mengatakan sebuah laporan medis tidak menunjukkan adanya luka baru-baru ini pada tubuh Mohamed Morsi.
Morsi, seorang tokoh top dalam Ikhwanul Muslimin, digulingkan oleh militer pada 2013 setelah massa memprotes aturan ini.
Morsi menjalani hukuman penjara 20 tahun karena hukuman yang timbul dari tuduhan pembunuhan demonstran selama demonstrasi pada 2012, dan hukuman seumur hidup karena spionase dalam kasus yang berkaitan dengan negara Teluk Qatar.
Dia telah membantah tuduhan itu.
Sumber-sumber keamanan mengatakan Kementerian Dalam Negeri telah mengumumkan keadaan siaga pada hari Senin, terutama di provinsi asal Sharsiya di Morsi di Delta Nil, di mana jenazah itu diperkirakan akan dibawa untuk dimakamkan.
Sebelumnya kabar duka tersebut juga disampaikan oleh Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah yang di postingnya di akun twitternya @Fahrihamzah.
"Telah wafat #MohamedMorsi (1951-2019): Saat Tsunami di Aceh (2005) ia datang membawa bantuan...lalu menjai presiden Mesir yg terpilih secara demokratis (2012) dan kemudian meninggal dunia setelah penjara merampas seluruh hidup dan kebebasannya (2019),"tulisnya Selasa (18/6/2019).
Menyertakan sejumlah foto-foto almarhum semasa hidup baik saat menjabat presiden hingga dibalik penjara, ia menyebut tokoh di Mesir tersebut bahkan pernah datang langsung ke Indonesia dan berjasa dalam memberikan bantuan saat tsunami di Aceh beberapa waktu silam.
Baca: Fahri Hamzah Kaitkan Ratusan Petugas Pemilu Meninggal dengan Massifnya Kecurangan, KPU Beri Santunan
Baca: Ustadz Abdul Somad Ungkap Hukum Waria Menjadi Imam Solat, Sampaikan Perbedaan di Mesir dan Thailand
Baca: Cara Hapus Akun Gmail di Ponsel Android dan Perangkat Gadget
Ucapan turut berduka cita dan doa pun menghiasi kolom komentar.
@UFit24 Innalillaahi wainnaailaihi roojiuun. In syaa Allah husnul khotimah.
@Fahrihamzah Innaalillahi wainnaa ilahi roji'un Insya Allah husnul khotimah, Aamiin. Beliau pemimpin hafidz Qur'an yg teraniaya oleh bangsa sendiri.
@Fahrihamzah Innalillahi wa'inna ilaihi ro'jiun, insya Allah husnul khotimah Presiden yg hafal Al Quran meninggal dalam keadaan terzholimi....
Sumber dari gedung pengadilan dikutip AFP Senin (17/6/2019) menerangkan, Morsi sedang berbicara kepada hakim selama 20 menit ketika dia tiba-tiba roboh.
"Saat itu, dia tengah bersemangat sebelum jatuh pingsan. Morsi segera dilarikan ke rumah sakit di mana dia kemudian dinyatakan meninggal dunia," terang sumber itu.
Situs berita Al Ahram juga memberitakan Morsi, presiden pertama Mesir yang dipilih secara demokrasi pada 30 Juni 2012.
Namun, dia hanya berkuasa selama setahun.
Masa pemerintahannya berakhir pada 3 Juli 2013 menyusul aksi kudeta yang dilakukan Abdel Fattah el-Sisi buntut aksi protes yang terjadi di Mesir.
Meninggal Saat Sidang
Morsi lahir di desa El-Adwah Provinsi Sharqiya di kawasan Delta Nil pada tahun 1951.
Ia mendalami teknik sipil di Universitas Kairo pada tahun 1970-an sebelum pindah ke Amerika Serikat untuk merampungkan studi tingkat doktoral.
Ia dipilih sebagai kandidat presiden dari Ikhwanul Muslimin dalam pemilihan Mesir tahun 2012 setelah pilihan pertama yang ingin diusung organisasi itu mengundurkan diri.
Morsi menang dengan selisih suara tipis dan berjanji memimpin pemerintahan "bagi seluruh rakyat Mesir".
Namun para penentangnya mengatakan Morsi gagal memerintah selama masa kekuasaan yang bergolak.
Mereka menuduhnya membiarkan kelompok-kelompok berhaluan Islam mendominasi arena politik dan salah urus ekonomi.
Penentangan warga terhadap pemerintahannya bertambah besar dan jutaan orang turun ke jalan-jalan di seluruh Mesir untuk menggelar aksi bertepatan dengan peringatan satu tahun kekuasaan Morsi pada tanggal 30 Juni 2013.
Pada tanggal 3 Juli malam, militer membekukan sementara konstitusi dan mengumumkan pembentukan pemerintahan interim yang diisi oleh para teknokrat sebelum digelar pemilihan presiden baru.
Morsi menyebut langkah tersebut sebagai kudeta dan ia kemudian ditahan oleh militer.
Dilansir dari wikipedia, pria tokoh bernama lengkap Muhammad Mursi 'Isa al-Ayyat lahir 8 Agustus 1951 adalah seorang politisi yang menjabat Presiden ke-5 Mesir dari 30 Juni 2012 hingga 3 Juli 2013.
Mursi menjadi Anggota Parlemen di Majelis Rakyat Mesir selama periode 2000-2005 dan seorang tokoh terkemuka di Ikhwanul Muslimin.
Sejak 30 April 2011, dia menjabat Ketua Partai Kebebasan dan Keadilan (FJP), sebuah partai politik yang didirikan oleh Ikhwanul Muslimin setelah Revolusi Mesir 2011.
Ia maju sebagai calon presiden dari FJP pada pemilu presiden Mei-Juni 2012.
Pada tanggal 24 Juni 2012, Komisi Pemilihan Umum Mesir mengumumkan bahwa Mursi memenangkan Pemilu Presiden dengan mengalahkan Ahmed Shafik, Perdana Menteri terakhir di bawah kekuasaan Hosni Mubarak. Komisi Pemilihan menyatakan Morsi memperoleh 51,7 persen suara, sedang Shafiq mendapatkan 48,3 persen.
Mursi kemudian mengundurkan diri dari jabatannya sebagai Ketua FJP setelah kemenangan yang diraihny
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pontianak/foto/bank/originals/mantan-presiden-mesir-mohammed-morsi.jpg)