Cuaca Tak Menentu di Mempawah, BPBD Imbau Masyarakat Pesisir Waspada Puting Beliung

Bencana angin puting beliung kerap kali menyapu pemukiman penduduk di Kabupaten Mempawah, meski puting beliung biasanya

Cuaca Tak Menentu di Mempawah, BPBD Imbau Masyarakat Pesisir Waspada Puting Beliung
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID / FERRYANTO
Kepala Bidang Penanggulangan Bencana, BPBD Mempawah, Didik Sudarmanto. 

Cuaca Tak Menentu di Mempawah, BPBD Imbau Masyarakat Pesisir Waspada Puting Beliung

MEMPAWAH - Bencana angin puting beliung kerap kali menyapu pemukiman penduduk di Kabupaten Mempawah, meski puting beliung biasanya terjadi saat pergantian musim hujan ke musim kemarau, saat ini cuaca sedang sulit untuk diprediksi, oleh sebab itu besar potensi terjadinya bencana alam.

Guna mengantisipasi jatuhnya korban jiwa akibat angin puting beliung, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Mempawah, melalui Kepala Bidang Penanggulangan Bencana, Didik Sudarmanto mengimbau masyarakat Kabupaten Mempawah di sembilan Kecamatan waspada, terutama yang berdomisili di daerah pesisir.

"Sekarang ini cuaca sedang tidak menentu, rawan terjadi bencana alam seperti angin puting beliung, terutama di daerah-daerah pesisir, oleh sebab itu kita mengimbau masyarakat untuk selalu waspada terhadap apapun yang berpotensi menimbulkan angin puting beliung," ujarnya, saat dihubungi melalui sambungan telepon, Senin (17/6/2019).

Baca: FOTO: Acara Pemilihan Guru dan Tenaga Kependidikan Berprestasi dan Berdedikasi Provinsi Kalbar

Baca: FOTO: Proses Restorasi Masjid Jami Kesultanan Kadriah Pontianak pada Bagian Atap

Baca: Paolus Hadi Buka Musrenbang, Ini Yang Menjadi Fokus dalam RPJMD Sanggau 2019-2024

Didik memaparkan bahwa pihaknya telah mencatat beberapa kali wilayah pesisir di Kabupaten Mempawah diterjang bencana angin puting beliung, dan mengakibatkan puluhan rumah rusak ringan sampai rusak berat.

"Kita mencatat sudah beberapa kali puting beliung menyapu pemukiman penduduk, seperti kejadian di Peniti Kecamatan Segedong, dan terakhir Kelurahan Anjungan Melancar di Kecamatan Anjungan pada Mei 2019 lalu," ujarnya.

Sebagai langkah antisipasi, Didik menjelaskan bahwa angin puting beliung biasanya terjadi ditandai dengan hujan deras yang durasinya singkat, disertai kilat, guntur dan angin kencang.

BPBD Kabupaten Mempawah telah mengambil langkah untuk mengantisipasi korban jiwa akibat terjadinya puting beliung dengan berkoordinasi dengan pihak desa untuk mensosialisasikan bahaya dan waspada bencana alam seperti angin puting beliung.

"Jika sudah ada awan hitam yang menggumpal di langit, masyarakat pesisir terutama, harus sudah waspada, apalagi tanda-randanya sudah ada seperti kilat, guntur dan angin kencang, segera mencari tempat aman," tutupnya.

Penulis: Ya'M Nurul Anshory
Editor: Madrosid
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved