Gelar Halalbihalal dan Dzikir Kebangsaan, Syarif: Kekacauan Bermula dari Penyakit Hati

acara syukuran untuk kemenangan bangsa yang telah berhasil melewati gawai besar Pilpres dan Pileg serentak yang relatif aman

Gelar Halalbihalal dan Dzikir Kebangsaan, Syarif: Kekacauan Bermula dari Penyakit Hati
TRIBUNPONTIANAK/ISTIMEWA
Acara syukuran dan dzikir kebangsaan ini ditutup dengan pemotongan tumpeng dan foto bersama. 

Nah, di sini letak urgensinya dzikir kepada Allah. Bahwa dzikir ini yang akan melatih lembutnya hati sehingga keimanan kepada Allah dan RasulNya bisa istiqamah, lurus dan konsisten. Seseorang yang istiqamah dalam keimanan akan disertakan ribuan malaikat kepadanya, tidak akan gentar oleh situasi apapun, tentram-damai hati, dan akan penuh kemanfaatan untuk sekitarnya.

Inilah makna dan wujud dari Islam rahmatan lil’aalamiin. Jamaah semakin khusyu’ saat Gus Masyhur mulai mengimami dzikir kebangsaan yang diawali dengan tawasulan panjang.

Semua yang hadir tampak khusyu’ mempraktikkan kaifiyat dzikir yang dituntunkan oleh Gus Masyhur.

"Dzikir yang menggugah tentramnya hati", demikian ujar salah satu jamaah yaitu K H Ahmad Faruki sebagai Ketua PCNU Kota Pontianak.

Sementara KH Ahmad Rustamaji sebagai Pengasuh Pesantren Nahdhatus Syubban yang juga Rais Syruriah PCNU Kota Pontiana.

"Saya haru dan tergugah dengan nazham dzikir yang mu’tabarah seperti ini. Di samping isinya jelas dan menyentuh hati, sanad dzikir ini mu’tabarah" ujarnya.

Suasana halal-bihalal dan dzikir kebangsaan ini semakin khidmat saat Prof Dr Bambang Saputra, MH sebagai Sekjen DPP Sedulur Jokowi menyampaikan sambutan.

Beliau menyampaikan trilogi kerukunan umat beragama. Untuk kokohnya kita sebagai sebuah bangsa yang ditakdirkan Allah sebagai bangsa yang majemuk ini, maka kita harus terapkan pertama, kerukunan antar umat seagama.

Sesama muslim harus saling menghargai pendirian kefahaman apalagi dalam hal yang sifatnya furu’iyah.

" Yang penting soal aqidah kita sama. Sesama umat Islam kita harus saling membahu. Muslim Indonesia sebagai sokoguru tegaknya NKRI ini," ujar KH Ahmad Rustamaji.

Halaman
1234
Penulis: Anggita Putri
Editor: Maskartini
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved