Nuriahman : Pergeseran Lebaran

Saat ini, sebagian besar umat Islam merasakan kebahagiaan yang disebabkan telah selesai melaksanakan kewajibannya.

Penulis: Muhammad Luthfi | Editor: Jamadin
TRIBUNPONTIANAK/ISTIMEWA
Kepala Bagian Tata Usaha (Kabag TU) Fakultas Syari'ah, Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Pontianak, Nuriahman. 

Lalu bagaimana sesungguhnya berlebaran yang benar? apakah cara-cara seperti di atas salah?

Tentu tidak ada larangan untuk menggunakan alat-alat transportasi dan komunikasi jka dipergunakan dengan baik dan benar. Itu sesungguhnya sangat membantu, silaturrahmi langsung tentunya lebih utama dilakukan jika ada kesempatan dan memnungkin.

Namun ketika tidak bisa maka silaturrahmi melalui handphone sebagai alternatif. Berkunjung ke tempat keluarga jauh boleh dilakukan dan sangat dianjurkan namun keluarga dekat, tetangga lebih diutamakan karena dalam hubungan sehari-hari peluang melakukan kesalahan sangat besar.

"Demikian pula halnya pergi ke pantai, gunung-gunung untuk berekreasi juga tidak ada larangan dengan tujuan untuk mensyukuri dan mentadabburi kekuasaan dan keagungan Allah," bebernya.

"Berlebaran moment untuk silaturrahmi dan saling memaafkan, mensyukuri nkmat Allah, mentadabburi (merenungkan) ciptaan dan kekuasaanNya dan selanjutnya untuk meningkatkan amal ibadah karena sudah ditempa selama bulan Ramadhan dan menghindarkan dari perbuatan yang sia-sia dan tidak bermanfat apalagi perbuatan dosa," tutupnya.

Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved