Nuriahman : Pergeseran Lebaran
Saat ini, sebagian besar umat Islam merasakan kebahagiaan yang disebabkan telah selesai melaksanakan kewajibannya.
Penulis: Muhammad Luthfi | Editor: Jamadin
Nuriahman : Pergeseran Lebaran
PONTIANAK - Kepala Bagian Tata Usaha (Kabag TU) Fakultas Syari'ah, Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Pontianak, H Nuriahman, SE, M.Ag, mengatakan tidak lama lagi Ramadan 1440 H akan meninggalkan umat Islam yang berarti bahwa lebaran sudah tiba di mana kehadirannya.
Dan Ramadan akan memberikan rasa sedih bagi sebagian kecil umat Islam, baik disebabkan oleh keimanannya karena tahu dan sayang bahwa bulan yang penuh keberkahan telah berlalu dan khawatir tidak ketemu dengan Ramadhan yang akan datang.
Ataupun kesedihan itu muncul karena ingat moment tertentu saat kebersamaan yang tidak dapat diulanginya. Seperti halnya ketika ber-Idul Fitri, seperti ini salah satu orang terdekatnya telah tiada, dan sebagainya.
Baca: Data Pemotongan Hewan Jelang Hari Raya Idhul Fitri 1440H di Kota Pontianak dan Kubu Raya
Baca: Desa Belitang I Miliki 3 Dusun dan Jumlah Penduduk Yang Setara Antara Pria dan Wanita
Saat ini, sebagian besar umat Islam merasakan kebahagiaan yang disebabkan telah selesai melaksanakan kewajibannya.
Atau memang pada hari itu aktivitas apapun ditujukan untuk menyenangkan diri dengan cara berkekumpul bersama keluarga yang selama ini tempat tinggalnya jauh, bersilaturrahmi dengan tetangga dan menyantap hidangan yang telah dipersiapkan bahkan waktunya dihabiskan untuk bepergian ke tempat-tempat tertentu.
Pada waktu dahulu sebelum teknologi dan transportasi berkembang pesat kondisi tersebut masih terasa sangat kental.
Bagaimana berlebaran sekarang saat ini, dimana jarak bukan lagi menjadi suatu hambatan, transprotasi sudah sedemikian lancar bahkan alat untuk berkumunikasi sangat canggih. Sepertinya sudah terjadi perubahan cara dalam mengisi hari-hari berlebaran.
"Pertama, Bersilaturrahmi. Berlebaran identik dengan saling mengunjungi dari satu rumah ke rumah lain dengan tujuan untuk saling meminta maaf mungkn selama pergaulan sehari-hari terdapat kekeliruan baik yang disengaja maupun tidak disengaja disebabkan hari-hari biasa tidak sempat karena kesibukan masing-masing," ungkapnya, Senin (3/6/2019).
"Seorang anak yang bertugas, mencari rezeki jauh dari orang tua pulang kampung menjenguk orng tua, sanak saudara untuk mohon maaf dan doa restu. Sampai di kampung halaman karena keterbatasan waktu hanya dapat mengunjungi beberapa keluarga dekat saja dan tidak sempat untuk berkunjung lebih banyak lagi," tuturnya.
Ia mengungkapkan, sebagai salah satu solusi menggunakan media komunikasi baik melalui HP maupun alat lainnya dengan ber Whatapps, SMS maupun telpon sehingga komunikasi dapat terwakili.
Jika kondisi memang demikian dapat dimaklumi, namun ada kondisi dimana sesame warga setempat timbul rasa malas untuk saling mengunjungi dari rumah ke rumah karena merasa sudah dapat berkomunikasi melalui handphone.
"Kedua, Menggunakan waktu. Banyak dan mudahnya tranportasi mengubah penggunaan waktu pada hari lebaran dihabiskan untuk berkunjung ke tempat-tempat keluarga jauh, ke tempat-tempat rekreasi," tuturnya.
Baca: Satgas Yonmek 643/Wns Berhasil Gagalkan Penyelundupan Lelong Bernilai Puluhan Juta
Baca: Dikasi Uang, Bolehkah Untuk Bayar Zakat ?
"Jalan raya lalu lalang kendaraan bermotor maupun mobil sehingga waktunya habis diperjalanan, sementara untuk di kampung sendiri kadang-kadang terlewatkan. Seolah-olah berlebaran identik dengan bepergian ke luar kampung atau ke tempat rekrereasi," kayanya.
Dikatakannya lagi, "Bagi pengusaha hiburan momen lebaran dibuat sedemikian rupa menarik bahkan tidak jarang mendatangkan artis-artis terkenal dari ibu kota dan penuh dikunjungi masyarakat. Pada hari itu tiket masuk bukan menjadi masalah karena memang sudah dipersiapkan dengan harapan semua beban hilang, keluarga senang," jelasnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pontianak/foto/bank/originals/kabag-tu-fakultas-syariah-iain-pontianak-nuriahman.jpg)