Cornelis Blak-blakan Bahas Hasil Pemilu Hingga Singgung Kabinet

Ndak mesti dari kader, kita terbuka kok, kayak dulu Kubu Raya Pak Rusman Alikan bukan kader,

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ RIDHO PANJI PRADANA
Ketua DPD PDI Perjuangan Kalbar, Cornelis 

Cornelis : Belum, belum dibahas dengan DPC-DPC, dengan DPP barang nikan ndak gak kita bisa sorang, sungguhpun kita begitu masih kita ini salah.

Tribun : Dengan melihat kursi didaerah Pilkada, tidak mengusung kader?

Cornelis : Ya Sambaskan kalau bisa ada majulah sendiri PDI P tu, carilah tokoh-tokoh atau koalisi, kalau kamikan tidak tertutup, terbuka, siapapun boleh, yang penting dia benar-benar mau mengurus rakyat.

Ndak mesti dari kader, kita terbuka kok, kayak dulu Kubu Raya Pak Rusman Alikan bukan kader, Pak Sutarmidji bukan kader, Pak Ria Norsan bukan kader, yang penting dia mau membangun rakyat, makanya kita Pilgub orang macam-macam dengan Sutarmidji dengan Norsan ah ngaur jak, orang udah menang ya menanglah, kalah bertempur lagi, jangan pula nak bedendam seumur hidup bisa jadi kurus tinggal tulang dengan kulit.

Tribun : Berarti mengimbau kader berdewasa dalam bepolitik?

Cornelis : Oh iya, jangan kita nak paksekan, kalau kalah ya kalah, menang ya menang, menang jangan pulak nak bebalas pantun, dendam, yang kalahpun jangan ndak nerima yang menang, gitu gak pileg, gitu gak pilpres, ya kita serahkan pada lembaga mengurusnya, lembaga milik negara dan dibentuk oleh negara.

Tribun : Dengan bapak terpilih sebagai anggota DPR RI dengan suara lumayan banyak, ada ungkapan?

Cornelis : Bukan agik lumayan, sangat banyak, pertarungankan sengit, dapil yang sangat seru, inkamben berapa, tapi aku bisa lolos suara terbanyak setelah Mbak Puan (Puan Maharani), puji tuhan terimakasih kepada rakyat Kalbar khususnya dapil 1 telah memilih PDI Perjuangan, telah milih saya.

Tribun : Apakah ada tawaran masuk kabinet? Atau fokus di DPR RI?

Cornelis : Kita ndak tau itu kedepan bagaimana, yang tau Allah SWT, dan kita pun ndak ada usaha ke sana, syukur-syukur jak kite dah lolos, menangkan PDI Perjuangan, menangkan Jokowi-Ma'ruf Amin dah senang dah puas, soal duduk dikabinet tergantung kepercayaan beliau-beliau yang terhormatlah, tergantung Bu Mega, tergantung Pak Jokowi dan Pak Ma'ruf Amin.

Tribun : Berarti tidak tertarik masuk kabinet?
Cornelis : Ya kalau bahasa Jawa Ojo Ngoyo, kita pun nak mati-mati orang ndak mau ngasi percume gak lalu stres pula, bagus biasa-biasa jak.

Tribun : Imbauan pada kader seperti apa ni Pak? Khususnya menatap pemilu kedepan?
Cornelis Ya kita minta kader harus menyiapkan diri supaya bisa tampil juga, jangan pasrah, harus tampillah, jangan diam, kami nikan hanya mendorong, memotivasi siapa yang berpotensi, siapa yang punya kemampuan, siapa yang punya kemauan, kita dorong pun kalau die tak mau, pening gak palak kite. 

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved