Cornelis Blak-blakan Bahas Hasil Pemilu Hingga Singgung Kabinet
Ndak mesti dari kader, kita terbuka kok, kayak dulu Kubu Raya Pak Rusman Alikan bukan kader,
Penulis: Chris Hamonangan Pery Pardede | Editor: Jamadin
Cornelis Blak-blakan Bahas Hasil Pemilu Hingga Singgung Kabinet
PONTIANAK - PDI Perjuangan menjadi pemenang pemilu 2019. Ditingkat nasional, dipastikan partai berlambang banteng ini akan meraih kursi Ketua DPR RI.
Raihan tersebut tak terkecuali juga di DPD PDI Perjuangan Kalbar.
Apa kiat suksesnya? Dan bagaimana menatap pemilu kedepan? Berikut hasil wawancara eklusif Tribun Pontianak dengan Ketua DPD PDI Perjuangan Kalbar, Cornelis yang juga mantan Gubernur Kalbar dua periode.
Tribun : Sebagai Ketua DPD PDI Perjuangan, bagaimana melihat hasil pemilu 2019 khususnya di Kalbar?
Cornelis : Ya, kalau berdasarkan hasilnya sih untuk DPR RI kita tambah satu kursi, DPRD Provinsi kita masih tetap 15, lalu Kabupaten Kota ada yang turun ada yang tetap ada yang kalah.
Tribun : Dengan capain tersebut apakah sudah baik? sesuai dengan target internal atau meleset? Apa penyebabnya?
Cornelis : Ya kalau untuk pusat, provinsi sesuai dengan target, kabupaten ni yang saya bingung banyak keluar dari target. Penyebabnyakan partai banyak, yang kedua kita ni dak ulet mengkampanyekan diri, mengkampanyekan partai, ketiga mungkin banyak yang ndak duduk ni apa yang inkamben, mungkin menganggap remeh kandidat lain dari partai lain, bisa jadi, belum tau pasti gaklah.
Tribun : Bagaimana jika melihat dengan raihan tahun lalu? Lalu bagaimana langkah kedepan? Evaluasi?
Baca: Elvasense, Inovasi Baru Pantau Gula Darah via Gadget
Baca: Selama Libur Lebaran, Ontot: Pemkab Siapkan Pelayanan Kesehatan 24 Jam di Puskesmas
Cornelis : Ada yang turun dari 2014. Perintah ketua umum sudah ada, supaya segera dievaluasi terutama daerah-daerah yang kalah, daerah-daerah yang ndak bergerak, oknum-oknum dalam organisasi yang ndak mau kerja.
Tribun : Jika melihat hasil Pilpres, kinerja kader PDI Perjuangan seperti apa?
Cornelis : Ya kalau dikelompok-kelompok masyarakat tertentu untuk Presiden kita tidak terlalu masalah.
Tribun : Bagaimana langkah PDI Perjuangan Kalbar setelah Pemilu 2019?
Cornelis : Ya belum tau gak lah, lagi nenangkan pikiran ni, lagi ngadapi gugatan-gugatan, selesai inilah nanti baru mikirnya nanti nunggu petunjuk dari DPP.
Tribun : Persiapan Pilkada 2020?
Cornelis : Belum, belum dibahas dengan DPC-DPC, dengan DPP barang nikan ndak gak kita bisa sorang, sungguhpun kita begitu masih kita ini salah.
Tribun : Dengan melihat kursi didaerah Pilkada, tidak mengusung kader?
Cornelis : Ya Sambaskan kalau bisa ada majulah sendiri PDI P tu, carilah tokoh-tokoh atau koalisi, kalau kamikan tidak tertutup, terbuka, siapapun boleh, yang penting dia benar-benar mau mengurus rakyat.
Ndak mesti dari kader, kita terbuka kok, kayak dulu Kubu Raya Pak Rusman Alikan bukan kader, Pak Sutarmidji bukan kader, Pak Ria Norsan bukan kader, yang penting dia mau membangun rakyat, makanya kita Pilgub orang macam-macam dengan Sutarmidji dengan Norsan ah ngaur jak, orang udah menang ya menanglah, kalah bertempur lagi, jangan pula nak bedendam seumur hidup bisa jadi kurus tinggal tulang dengan kulit.
Tribun : Berarti mengimbau kader berdewasa dalam bepolitik?
Cornelis : Oh iya, jangan kita nak paksekan, kalau kalah ya kalah, menang ya menang, menang jangan pulak nak bebalas pantun, dendam, yang kalahpun jangan ndak nerima yang menang, gitu gak pileg, gitu gak pilpres, ya kita serahkan pada lembaga mengurusnya, lembaga milik negara dan dibentuk oleh negara.
Tribun : Dengan bapak terpilih sebagai anggota DPR RI dengan suara lumayan banyak, ada ungkapan?
Cornelis : Bukan agik lumayan, sangat banyak, pertarungankan sengit, dapil yang sangat seru, inkamben berapa, tapi aku bisa lolos suara terbanyak setelah Mbak Puan (Puan Maharani), puji tuhan terimakasih kepada rakyat Kalbar khususnya dapil 1 telah memilih PDI Perjuangan, telah milih saya.
Tribun : Apakah ada tawaran masuk kabinet? Atau fokus di DPR RI?
Cornelis : Kita ndak tau itu kedepan bagaimana, yang tau Allah SWT, dan kita pun ndak ada usaha ke sana, syukur-syukur jak kite dah lolos, menangkan PDI Perjuangan, menangkan Jokowi-Ma'ruf Amin dah senang dah puas, soal duduk dikabinet tergantung kepercayaan beliau-beliau yang terhormatlah, tergantung Bu Mega, tergantung Pak Jokowi dan Pak Ma'ruf Amin.
Tribun : Berarti tidak tertarik masuk kabinet?
Cornelis : Ya kalau bahasa Jawa Ojo Ngoyo, kita pun nak mati-mati orang ndak mau ngasi percume gak lalu stres pula, bagus biasa-biasa jak.
Tribun : Imbauan pada kader seperti apa ni Pak? Khususnya menatap pemilu kedepan?
Cornelis Ya kita minta kader harus menyiapkan diri supaya bisa tampil juga, jangan pasrah, harus tampillah, jangan diam, kami nikan hanya mendorong, memotivasi siapa yang berpotensi, siapa yang punya kemampuan, siapa yang punya kemauan, kita dorong pun kalau die tak mau, pening gak palak kite.