PT Pegadaian (Persero) Area Pontianak Targetkan Outstanding Loan sebesar Rp 861 miliar

Mukhlis menyebutkan total kredit utama yang ada kurang lebih sekitar 18 produk dan ada variannya lagi dengan total sekitar 25 produk.

PT Pegadaian (Persero) Area Pontianak Targetkan Outstanding Loan sebesar Rp 861 miliar
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/MIA MONICA
Vice President, Mukhlis Hasriyadi saat ditemui di ruang kerjanya di Pegadaian area Pontinak, Rabu (28/5/2019) 

PT Pegadaian (Persero) Area Pontianak Targetkan Outstanding Loan sebesar Rp 861 miliar

PONTIANAK - PT Pegadaian (Persero) Area Pontianak menargetkan outstanding loan (OSL) sebesar Rp 861 miliar, dimana per tanggal 25 Mei 2019 yang sudah terealisasikan sekitar Rp 808 miliar atau sekitar 94 persen dari target.

“OSLnya Rp 861 miliar, tepatnya  861.645.244.057. Kalau dari pencapaian sampai tanggal 25 kemarin itu Rp 808.211.532.466, artinya baru tercapai 94 persen dari target," jelas Vice President, Mukhlis Hasriyadi saat ditemui di ruang kerjanya di Pegadaian area Pontinak.

"Tapi itu masih kurang bangga kami, karena dari 5 area kanwil Balikpapn itu kami masih nomor 3, walaupun pencapai sudah 94 persen, nah itu merupakan total prodak,” lanjutnya lagi

Dikatakannya, realisasi target yang rasakan kurang adalah prodak non gadai.

seperti yang berkaitan dengan prodak mikro, disitu ada pembiayaan kreasi, ada mulia, Amanah, Haji, Multi Guna.

Baca: Jelang Lebaran, Tebus Emas di Pegadaian Meningkat Dua Kali Lipat

Baca: Launcing Distro Galeri 24 Pontianak, Pegadaian Area Pontianak Gelar Buka Bersama Anak Yatim

Kemudian untuk mencapai OSL itu, dikatakannya, Pegadaian membuat strategi bagaimana cara untuk meningkatkan pecapaian target non gadai tersebut.

“Karena banyak prodak kami yang mungkin belum diketahui oleh masyarakat. Seperti Amanah itu apa, Amanah itu untuk membeli mobil atau motor secara kredit. Kemudian ada yang namanya kredit multi guna yang untuk kredit bagi karyawan instansi, Kemudian ada Haji, ada mulia kredit beli emas batangan, nah yang seperti yang perlu kami viralkan dan kami sosialisasikan kepada masyarakat, karna masyarakat hanya tau gadai saja, dengan bantuan teman-teman dilapangan untuk memviralkan prodak-produk tersebut,” paparnya.

Mukhlis menyebutkan total kredit utama yang ada kurang lebih sekitar 18 produk dan ada variannya lagi dengan total sekitar 25 produk.

“Jadi kalau produk gadai sudah biasa orang bawa emas atau bawa hp atau kendaraan untuk digadai, tapi yang namanya kredit semacam non gadai banyak yang belum tahu. Sehingga secara pencapaian kami itu baru 94% untuk all prodact dan yang memberikan kontribusi yang lebih besar itu adalah produk gadai. Tapi Insyaallah yang non gadai itu juga bisa kami capai,” ungkapnya.

Baca: Kredit Macet Hanya 2,1 Persen, Agus Subardi Kembali Dipercaya Jadi Dirut Bank Pasar

Baca: Nasabah Merasa Terbantu, Dengan Adanya Akad Kredit Massal KPR Sejahtera BNI-FLPP

Pegadaian memiliki kelas kategori cabang, yaitu ada cabang madya dan ada cabang muda, dengan masing-masing target OSL yang berbeda.

“Untuk kontribusi cabang itu tergantung dari target yang di berikan masing-masing cabang dan itu tergantung di mana outlite itu berada, jadi kalau misalnya di Pontianak ini ada sekitar kurang lebih ada 8 kantor cabang, daerah pontianak lah yang memberi kontribusi paling besar karena ada 8 cabang, berbeda dengan Ketapang yang cuma 1 kantor cabang, beda dengan sintang, sanggau, singkawang dan yang lainnya yang hanya mempunyai 1 cabang,” pungkasnya. (Mia Monica)

Editor: Ishak
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved