Kredit Macet Hanya 2,1 Persen, Agus Subardi Kembali Dipercaya Jadi Dirut Bank Pasar

Agus menyebut, saat ini jumlah nasabah Bank Pasar 6.870 nasabah penabung, sedangkan nasabah peminjam sebanyak 1.300an nasabah.

Kredit Macet Hanya 2,1 Persen, Agus Subardi Kembali Dipercaya Jadi Dirut Bank Pasar
TRIBUNPONTIANAK/Syahroni
Foto bersama Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono, Sekda Pontianak, Mulyadi dan Dirut Bank Pasar, Agus Subardi 

Kredit Macet Hanya 2,1 Persen, Agus Subardi Kembali Dipercaya Jadi Dirut Bank Pasar

PONTIANAK - Mendapat kepercayaan kembali sebagai Direktur Utama Perusahaan Umum Daerah, BPR Bank Pasar Agus Subardi berjanji akan memberikan kinerja terbaik guna memajukannya kedepan.

Agus dinilai mampu membawa kemajuan positif selama memimpin Bank Pasar periode sebelumnya, sehingga ia dipercaya kembali untuk memimpin pada periode 2019-2023 mendatang.

Kesuksesannya memimpin membawa Bank Pasar sebagai lembaga simpan pinjam kategori sehat.

Baca: Edi Kamtono Lantik Dirut Bank Pasar Untuk Kedua Kalinya, Agus Subardi Dianggap Berhasil

Baca: Hari Ini Edi Kamtono Lantik Dirut BPR Bank Pasar

Ia menyebutkan tingkat kredit macet BPR yang dipimpinnya sebesar 2,1 persen. Jumlah itujauh dari ambang batas yang ditetapkan oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) maupun Bank Indonesia, yakni senilai 5 persen untuk kredit bermasalah.

“Untuk kredit macet 2,1 persen di kelas BPR masih terkategori sehat sedangkan ambang batasnya 5 persen,” ucap Agus Subardi saat diwawancarai, Jumat (17/5/2019).

Agus menyebut, saat ini jumlah nasabah Bank Pasar 6.870 nasabah penabung, sedangkan nasabah peminjam sebanyak 1.300an nasabah.

Nasabah Bank Pasar tidak hanya dari kalangan pedagang pasar saja, tetapi juga berbagai kalangan, seperti ASN, swasta dan masyarakat umum lainnya.

Baca: Dirut BPR Bank Pasar Kota Pontianak Berikan Ucapan Selamat Untuk PT Jamkrida Yang ke-3

Baca: Jalin Kerjasama Dengan Bank Pasar, Bank Sinarmas Syariah Targetkan 500 Pendaftar Haji

Disinggung soal pembukaan cabang, menurutnya hal itu belum bisa dilakukan lantaran harus ada izin terlebih dahulu ke OJK, di mana syaratnya harus membukukan laba tiga tahun terakhir dengan baik.

“Saat ini yang memungkinkan adalah dengan membuka kantor kas di setiap pasar yang ada. Target kita tahun 2019 ini ada dua kantor kas yang akan dibuka,” pungkasnya.

Penulis: Syahroni
Editor: Ishak
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved