Tubun Situn Jadi Instrumen Wajib pada Audisi Lomba Sape PGD ke 34 di Pontianak

"Tahun ini ada rekor, satu putri yang ikut lomba. Kalau dulu cuma ada putra, sekarang ada putri walaupun cuma satu, ujarnya.

Tubun Situn Jadi Instrumen Wajib pada Audisi Lomba Sape PGD ke 34 di Pontianak
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/MARPINA WULAN
Fery sape beserta juri lain pada saat Penyisihan Audisi Lomba sape'PGD ke 34 di aula gedung Inspektorat Provinsi 

Tubun Situn Jadi Instrumen Wajib pada Audisi Lomba Sape PGD ke 34 di Pontianak

PONTIANAK - Sape' adalah sebutan alat musik petik tradisional yang bentuknya khas: panjang semeter, ramping dengan bagian ujung diberikan ornamen Dayak, seperti kepala burung enggang atau aneka ukiran.

Pada Pekan Gawai Dayak ke 34, diadakan juga Audisi Lomba Sape', Selasa (21/05/2019) di gedung Inspektorat Provinsi yang tepat berada di depan Rumah Radank Pontianak, pukul 09:00 WIB sampai selesai.

Juri dan Koordinator audisi Lomba Sape', Fery saat di temui Tribun Pontianak di gedung Inspektorat Provinsi menyampaikan bahwa pada perlombaan kali ini ada yang menarik.

Jika tahun sebelumnya hanya terdapat peserta putra, pada tahun ini ada satu orang putri yang mengikuti perlombaan.

Baca: FOTO: Lomba Menyumpit Berbagai Kategori Meriahkan Pekan Gawai Dayak di Halaman Rumah Radakng

Baca: Pangdam XII/Tanjungpura Hadiri Pembukaan Pekan Gawai Dayak XXXIV Tahun 2019

"Tahun ini ada rekor, satu putri yang ikut lomba. Kalau dulu cuma ada putra, sekarang ada putri walaupun cuma satu," ujarnya.

Fery juga menjelaskan bahwa pada penyisihan kali ini akan di pilih 12 orang yang nantinya akan maju ke final pada hari Rabu (22/05/2019) pukul 19:00 WIB hingga selesai, di rumah Radank Pontianak.

Dijelaskan pula, pada proses penyisihan, peserta diwajibkan membawa satu instrumen tradisional yang bernama Tubun Situn kesenian suku Dayak Kayaan Mendalam, dari kabupaten Kapuas hulu.

Baca: Buka Pekan Gawai Dayak ke XXXIV, Sutarmidji: Pemprov Kalbar Anggarkan Rp 300 Juta untuk PGD

"Kalau untuk peserta kita wajibkan bawa satu instrumen tradisional asal Kapuas Hulu, namanya Tubun Situn, dari suku Dayak Kayaan Mendalam," jelas Fery.

Kemudian pada saat final peserta juga diberikan pilihan instrumen yang akan dibawakan.

Sehingga mempermudah proses penilaian dari pihak juri. (Marpina Wulan)

Editor: Ishak
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved