39 Kelompok Meriam Karbit Siap Meriahkan Lebaran Pontianak

Meriam Karbit merupakan satu diantara budaya tak benda yang terus terlestari di Kota Pontianak

39 Kelompok Meriam Karbit Siap Meriahkan Lebaran Pontianak
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/DESTRIADI YUNAS JUMASANI
Sejumlah anak pinggiran Sungai Kapuas melompat dari ujung meriam karbit di Gang Haji Mursyid, Jalan Gajahmada, Pontianak, Kalimantan Barat. TRIBUN PONTIANAK/DESTRIADI YUNAS JUMASANI 

39 Kelompok Meriam Karbit Siap Meriahkan Lebaran Pontianak

PONTIANAK - Meriam Karbit merupakan satu diantara budaya tak benda yang terus terlestari di Kota Pontianak. Melalui forum Meriam Karbit budaya ini terus eksis setiap tahunnya, terlebih saat lebaran dentuman meriam seakan menandakan telah datang waktu lebaran.

Tahun ini ada 39 kelompok yang berpartisipasi dalam festival dengan rincian 24 kelompok Pontianak Timur dan 15 kelompok dari Kecamatan Pontianak Selatan dan Pontianak Tenggara.

Ketua Forum Permainan Meriam Karbit, Fazri Udin saat diwawancarai menjelaskan saat ini persiapan pihaknya lebih dari 50 persen dan hari H masih menyisakan sekitar 20 hari lagi. Ia yakin persiapan akan rampung dan selesai begitu mendekati hari H nanti.

"Unntuk tahun ini persiapan kita sudah diatas 50 persen, tahun ini fosko ditempatkan di Gang H. Mailamah, Jalan Adisucipto," ucap Fazri Udin saat diwawancarai setelah rapat bersama Pemkot Pontianak di Kantor Wali Kota Pontianak, Selasa (14/3/2019).

Baca: Bazar Murah Pemkab Kapuas Hulu, Sediakan 350 Telur dan 500 Kilogram Daging, Catat Jadwalnya!

Baca: The Voice NBC Isyaratkan Kejutan dari BTS dan The Jonas Brothers, Penggemar Tidak Sabar!

Baca: Penyakit Ini Rentan Menyerang Saat Bulan Puasa, Kadinkes Sintang Dokter Sinto Berikan Tips Kesehatan

Kemudian untuk meriam tahun ini dijelaskannya ada pengurangan dari tahun lalu. Jumlah semuanya antara timur, selatan dan tenggara saat ini ada 259 unit.

"Pengurangan ini mungkin karena teman-teman banyak keluhan masalah bahan baku kayu, terutama balok untuk pembuatan meriam," ujarnya.

Selain harganya mahal, untuk mendapatkan balok yang menjadi bahan utama pembuatan meriam ditegaskannya sangat sulit.

Sedangkan masyarakat hanya melakukan swadaya, ia menambahkan sama sekali tidak ada supot dari pemerintah tentang bahan baku ini.

"Untuk satu meriam itu biayanya kalau membuat baru diatas Rp7 juta, nah itupun mendapatkannya sulit karena tidak sembarangan kayu juga," ujarnya.

Ketua Forum Permainan Meriam Karbit, Fazri Udin menambahkan selain kayu. Ada juga tujuh kelompok yang Meriam Karbitnya dari besi. Namun mereka tidak boleh mengikuti festival, hamya meramaikan saja.

"Kalau yang besi ada tujuh kelompok dan kalau yang besi tidak ikut festival. Jadi syarat festival itu, jumlah meriam harus lima buah dan terbuat dari balok kayu. Kategori meriam besi tidak boleh ikut festival," tegasnya.

Tidak ditampikannya memang ada bantuan pemerintah untuk para kelompok meriam karbit, sejauh ini Pemkot Pontianak akan memberikan bantuan berupa karbit.

"Bantuan pemerintah kali ini pada kelompok meriam karbit, memberikan karbit setiap kelompok dengan nilai Rp1 juta," sebutnya.

Sementara total hadiah yang akan diberikan pada juara hingga harapan nantinya dengan total Rp24 juta.

Penulis: Syahroni
Editor: Maskartini
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved