Bupati KKR Resah Moralitas Generasi Muda, Minta Ortu Aktif Awasi anak
Dikatakan bupati, untuk saat ini moralitas generasi muda semakin memprihatinkan.
Penulis: Syahroni | Editor: Didit Widodo
Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Gam
TRIBUNPONTIANAK.CO.DI, KUBU RAYA- Tingginya tingkat penyalahgunaan narkoba, kejahatan anak, dan pergaulan bebas yang merusak generasi muda saat ini, membuat Bupati Kubu Raya Muda Mahendra, khawatir atas eksistensi positif remaja saat ini. Untuk itu, ia berharap para orang tua (Ortu) senantiasa aktif mengontrol anak dalam bergaul.
“Kita imbau para orang tua untuk lebih meningkatkan kewaspadaan dalam mengawasi para anak-anaknya. Hal tersebut, tidak terlepas dari sejumlah kasus yang dialami oleh anak-anak di Kalbar, baik kekerasan, pencabulan, hingga perkosaan,” kata Muda, Minggu (12/5/2019).
Dikatakan bupati, untuk saat ini moralitas generasi muda semakin memprihatinkan. Jika dibiarkan berlarut dan tidak dipedulikan, maka dapat dipastikan peradaban yang didasari dengan akhlakul karimah akan kian tergerus atau terkikis.
Baca: Organda Kalbar Persiapkan Armada Mudik Lebaran
Baca: Wali Kota Tekankan Keselamatan Mudik Lebaran, Dishub Bakal Razia Sopir Angkutan
Oleh karena itulah, Bupati Muda meminta semua pihak untuk saling berkoordinasi, agar tidak terulang kembali kasus-kasus yang melibatkan anak-anak. Muda juga mengatakan, intinya hal tersebut merupakan potret dan menjadikan refleksi bagi semua orang tua dan siapapun.
"Kita harus hati-hati, jangan terlalu dipengaruhi dengan IT dan digital. Kita harus imbangi dengan aktivitas-aktivitas yang positif, supaya jangan sampai ada muncul hal-hal yang mungkin imajinasinya salah, sehingga mengakibatkan hal-hal yang tidak diinginkan," ujarnya.
Muda menambakan, IT ini sangat penting dan sangat dibutuhkan dalam sehari-hari, tetapi jangan disalahgunakan, sehingga tidak menjadi contoh yang kurang baik serta menjadi ego yang ganas.
"Tapi kita harus lebih bijak, terutama orang tua dan guru. Semua anak-anak muda harus bisa bergaul tapi punya kendali keseimbangan. Salah satunya adalah, tetaplah berintraksi dengan alam, supaya ada kepekaan," tukasnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3KB) Kabupaten Kubu Raya, Titus Nurisman mengajak pelajar agar membuat kegiatan-kegiatan yang positif, agar terhindar dari aksi negatif.
"Kegiatan yang lain lebih banyak, terutama bermanfaat untuk masyarakat dan diri sendiri," ujarnya.
Ia menambahkan, pelajar itu tugasnya untuk menuntut ilmu, bukan melakukan kegiatan yang negatif. Kalau melakukan hal yang positif, pastinya akan bermanfaat bagi orang banyak.
Titus juga meminta dengan para tenaga pendidik, agar peduli terhadap siswa/siswinya, sehingga tidak sampai terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. Terutama pada jam sekolah, guru harus tau aktivitas disekolah.
"Kalau misalnya tak masuk, siswa itu kemana. Kalau sudah pulang, betul-betul diarahkan pulang ke rumah. Bukan singgah-singgah lagi. Menanam kepedulian itu yang sangat penting dan harus dilakukan. Bukan hanya memberikan pelajaran," katanya.
Bagi orang tua, Titus juga meminta, agar lebih peduli dengan anaknya, terutama mengetahui aktivitas baik disekolah maupun di luar sekolah. Terutama saat pergi sekolah mengetahui anaknya benar-benar masuk sekolah, begitu juga sebaliknya pulang atau les sekalipun. "Orang tua dan guru atau tempat yang dikunjunginya harus ada komunikasi," tukasnya.