Main 'Meriam Karbit' Pakai Bensin, Fajar Luka Bakar Tersambar Api, Dirawat Intensif & Perlu Bantuan
Bagian wajah dan kakinya luka parah akibat api hingga harus dilarikan ke rumah sakit.
Penulis: Anggita Putri | Editor: Ishak
Main 'Meriam Karbit' Pakai Bensin, Fajar Luka Bakar Tersambar Api, Kini Perlu Perawatan Insentif dan Bantuan Dana Cukup Besar
PONTIANAK - Fajar (9) menjadi korban dari percikan api meriam karbit saat bermain bersama temannya di depan Gang Haji Saleh atau disebrang Komplek Griya Husada Serdam dini hari (8/5/2019).
Bagian wajah dan kakinya luka parah akibat api hingga harus dilarikan ke rumah sakit.
Andyka merupakan paman dan sebagai orang tua asuh Fajar menceritakan kronologis kejadian bermula usai sholat subuh saat Fajar menyambangi rumah temannya yang tidak jauh dari rumah.
Setelah pergi kerumah temannya Fajar bersama teman lain pergi untuk melihat permainan meriam karbet di depan gang
Andyka sendiri saat itu masih berada di jalan pulang dari Masjid.
Baca: TRIBUN WIKI: Meriam Karbit, Kebudayaan di Pesisir Sungai Kapuas
Baca: Unik, Jihan Husein Rayakan Ulang Tahun Pakai Meriam Karbit
Saat itu posisi Fajar hanya menonton dan duduk di dekat meriam karbit. Melihat beberapa temannya yang hendak membunyikan karbit. Ada yang bagian menghidupkan apinya, dan memasukan bensin.
"Fajar hanya duduk di dekat meriam karbit yang sudah di isi bensin, karena yang mainnya anak-anak mungkin dikira bensin sama dengan minyak tanah," ujar Andyka.
Setelah hidup meriam karbit mengeluarkan percikan api, lalu ditendang oleh satu temannya berinisial R ke arah Fajar hingga Karbit pun meledak tepat di hadapan Fajar.
Fajar menjadi korban, keenam temannya panik melihat luka bakar yang parah di wajah dan di bagian kaki Fajar.
Namun Fajar masih mampu berlari sambil menangis dan menjerit kesakitan menuju rumahnya yang berjarak 300 meter dengan tangisan.
Satu orang warga yang melihat Fajar berlari pun langsung bergegas memberitahukan kejadian itu kepada Orang tua asuh Fajar yang sedang berada di Masjid.
Baca: Asyiknya Wisata Sungai Kapuas Sambil Menyaksikan Ratusan Meriam Karbit
Baca: Pemerintah Provinsi Diminta Anggarkan Festival Meriam Karbit
Andyka bergegas pulang ke rumah dan langsung membawa Fajar ke Rumah Sakit Sudarso sekitar pukul 06.00 Wib.
Saat menjelang waktu siang sampai sore hari wajah Fajar semakin membengkak dan berair.
"Pada siang hari Fajar sempat di bawa pulang ke rumah untuk memperlihatkan keadaan kepada orang tua dan pelaku penendangan karbit dan teman lainnya, " ujar Andyka.
Saat ditanya oleh Andyka anak-anak kecil yang berada di lokasi kejadian seakan saling menyalahkan dan tidak mau mengaku. Hingga ia memanggil pihak polisi, orang kopri dan orang tua untuk mediasi agar tidak ada keributan.
"Saat diintrogasi polisi menanyakan satu-satu kepada anak-anak ini tapi mereka malah saling menunjuk dan tidak tahu siapa yang menendang," jelasnya.
Saat pulang kerumah satu diantara orang tua anak menanyakan kejadian yang sebenarnya. Ternyata mereka di ancam pelaku penendangan karbit untuk pura-pura tidak tahu dan tidak berbicara apa-apa.
Karena keadaan yang genting dan luka bakar yang parah keputusan orang tua dengan polisi untuk membawa korban ke rumah sakit untuk dilakukan penangan cepat dan harus operasi karena wajahnya semakin membengkak, dan dari tiap pihak juga harus ikut bertanggung jawab dan mengeluarkan dana bantuan.
Melihat luka bakar yang parah di bagian wajah dan kaki, Fajar perlu dirawat secara insentif dan perlu dilakukan operasi sebanyak 4 kali, serta memerlukan dana yang besar berkisar Rp 15 juta sampai Rp 25 juta.
Baca: Tradisi Sambut Lebaran Dengan Meriam Karbit di Sekadau
Baca: Kemeriahan 295 Batang Meriam Karbit Guncang Pontianak di Malam Idul Fitri
"Karena Fajar harus melakukan operasi pembersihan , pengangkatan kulit yang sudah terbakar , pembersihan lagi dan pengangkatan sel kulit mati dan biar air yang di wajah mengering, lalu yang terkakhir penanaman kulit biar wajah tidak belang," ujarnya.
Dua hari yang lalu korban meriam karbit ini sudah dioperasi tahap pertama, pada wajahnya ada bekas yang putih-putih, dan masih keluar air dan bengkak.
"Sehingga Fajar harus banyak minum air putih, dan usai operasi badannya masih sering panas, dan badan terasa ngili nekas luka bakar. Jadi kalau demam tidak boleh di biarkan harus cepat kasi tau perawat tidak boleh sampai panas tinggi nanti kejang," jelasnya.
Namun saati ini belum ada itikad baik dari orang tua pelaku untuk menjenguk korban yang sedang terbaring dirumah sakit. Saat ini biaya untuk pengobatan korban ditanggung oleh keluarg korban dan melalui donasi yanh sudah terkumpul.
"Hanya ada satu orang tua yang datang menjenguk dan memberi bantuan seala kadarnya. Saya ingin semuanya bersama tanggung jawab. Jangan ada nyalahkan namun sampai sekarang yang lain belum ada yang datang," ujarnya.
Jadi dari pihak kepolisian mengatakan dilihat dulu kalau tidak ada itikad baik dari orang tua pelaku penendangan karbit aakan di panggil dan di laporkan, biarpun sama-sama anak minimal orang tua harus tanggung jawab.
Andyka berharap tidak ada lagi korban dari permainan meriam karbit cukup Fajar sebagai korban dan sebagai contoh kalau anak kecil dibawah umur tanpa pengawasan orang dewasa, dan orang tua anak kecil di larang main meriam.
"Biar di kemudian hari kejadian seperti ini tidak menimpa anak-anak lain. Dia saja bukan sebagai pemain hanya penonton baru datang dan duduk , lalu ditendang meledak kena wajahnya," ujarnya.
Baca: Gelar Festival Meriam Karbit Lestarikan Sejarah Kebudayaan Melayu Sintang
Baca: 5 Hal Unik Tentang Festival Meriam Karbit di Pontianak yang Harus Kamu Ketahui
Ia juga berharap dari pihak Gubernur mengadakan razia karena orang tua juga setuju karena takut anak nya seperti Fajar.
Bantuan pun terus mengalir dari masyarakat, donasi juga sudah diinfokan melalui media sosial.
"Alhamdulillah sudah ada yang bantu seiklasnya, dan sekarang baru terkumpul Rp 11 juta, Bupati Kuburaya juga turut menyumbangkan bantuannya kepada Fajar," ujarnya.
Jadi sekarang Fajar izin sekolah, dari pihak sekolah juga katanya akan membantu untuk penggalangan dana bersama guru dan murid.
" Hari senin Fajar akan ulangan jadi tidak bisa ikut karna perwatannya bisa memakan waktu sebulan lebih kata dokter yang menanganinya," tutupnya.
Bagi yang ingin membantu bisa langsung trasnfer ke rekening BCA 0291986276 Atas Nama : Andyka.
#cukupfajarmenjadikorbanmeriamkarbit#janganadafajaryanglainlagi. (Anggita Putri)