Balai TNGP Nilai Konflik Orangutan Akibat Kebakaran Hutan

Sejak tahun 2018 hingga sekarang, pihaknya sudah menerima 3 individu orangutan liar yang ditranslokasikan di kawasan TNGP.

Penulis: Nur Imam Satria | Editor: Ishak
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/NUR IMAM SATRIA
Orangutan bernama, Riam (4) berjenis kelamin jantan yang diselamatkan oleh Tim gabungan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalimantan Barat Seksi Konservasi (SKW) I Ketapang Resort Sukadana, Balai Taman Nasional Gunung Palung (TNGP) dan IAR Indonesia di Jalan Siduk - Nanga Tayap, Km 3, Desa Riam Berasap, Rabu (08/05/2019). 

Balai TNGP Nilai Konflik Orangutan Akibat Kebakaran Hutan

KETAPANG - Kepala Balai Taman Nasional Gunung Palung (TNGP), Ari M. Wibawanto menilai Konflik orangutan yang terjadi di sekitar kawasan TANAGUPA sebagian besar disebabkan oleh fragmentasi habitat akibat kebakaran hutan.

Dikatakan Ari, Sejak tahun 2018 hingga sekarang, pihaknya sudah menerima 3 individu orangutan liar yang ditranslokasikan di kawasan TNGP.

Baca: Tim Gabungan Selamatkan Orangutan di Riam Berasap, Terjebak di Jalan Sempit dan Perumahan Warga

Baca: Konflik Satwa Liar dan Manusia, BKSDA Kalbar Ungkap Masih Banyak Pekerjaan Rumah

"Tentu saja dalam proses yang sudah dan sedang berjalan ini kami menyesuaikan dengan SOP yang sudah kami susun. Tantangan kita bersama untuk ke depannya adalah bagaimana kita bisa menyediakan kantong-kantong habitat baru bagi orangutan," ucapnya Jumat (10/05/2019).

Diharapkan para pihak baik Pemerintah, NGO dan juga pihak perusahaan dapat mengupayakan  kantong habitat yang saling terkoneksi satu sama lain agar kelangsungan hidup orangutan dapat terjaga.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved