Sambut Ramadan Jauh dari Keluarga, Ini Kata Mahasiswa FKIP Untan

Momentum bulan suci Ramadan menjadi kebahagiaan bagi sebagian umat bisa berkumpul bersama keluarga, saat menyambut bulan keberkahan

Sambut Ramadan Jauh dari Keluarga, Ini Kata Mahasiswa FKIP Untan
TRIBUNPONTIANAK/ISTIMEWA
Mahasiswa Pendidikan matematika Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan FKIP Untan Pontianak, Iwan 

Sambut Ramadan Jauh dari Keluarga, Ini Kata Mahasiswa FKIP Untan

PONTIANAK - Momentum bulan suci Ramadan menjadi kebahagiaan bagi sebagian umat bisa berkumpul bersama keluarga, saat menyambut bulan keberkahan.

Namun tidak semua orang bisa beruntung, bisa berkumpul, karena terkendala misalnya pekerjaan, pendidikan sehingga ia menjalani puasa ditanah rantau.

Misalnya seperti yang dijalani mahasiswa Pendidikan matematika Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan FKIP Untan Pontianak, Iwan.

Bagi mahasiswa asal Kabupaten Sambas, menyambut Ramadan kali ini tanpa bersama keluarga bulan hal pertama kali.

Baginya, pertama kali puasa ramadan jauh dari orang tua dan keluarga sudah ia jalani sejak awal masuk kuliah, tepatnya puasa Ramadan 1438 Hijriah atau tepatnya 2017 lalu.

Baca: Lakukan Lima Kebiasaan Ini Jika Ingin Selalu Sehat Saat Puasa

Baca: Edi Kamtono Minta Pengusaha Taat Aturan Jual Makanan Layak dan Sehat

Baca: Kurangnya Asupan Makanan & Minuman, Inilah 4 Cara Meningkatkan Kekebalan Tubuh Selama Puasa!

Suasana puasa Ramadan tanpa bersama keluarga tentu akan berbeda.

"Saat itu suasananya terasa beda karena harus sahur puasa dan berbuka jauh dari lingkaran keluarga, dimana biasanya kita selalu bersama, buka dan sahur bersama, namun Ramadan saat itu kita hanya bersama teman-teman perantauan. Perasaan rindu luar biasa itulah yang dirasakan saat itu," ujar mahasiswa semester 6 ini.

Ramadan kali ini merupakan tahun ke tiga, ia menyambut dan menjalani puasa jauh dari keluarga. Perasaan rindu tentu senantiasa terasa.

"Setiap kali jauh dari keluarga pastinya rindu dengan mereka apalagi pas menyambut awal bulan Ramadan, nggak bisa pulang kampung karena ada kuliah.
Di bilang terbiasa mungkin bisa dikatakan belum terbiasa," ujarnya

Namun Iwan yang kini menjabat Sekjen Badan Kerohanian Mahasiswa Islam (BKMI) Untan berupaya membiasakan diri dengan menciptakan suasana kekeluargaan di lingkungan tempat tinggal maupun kuliah.

" Dengan cara apa? kita menciptakan suasana kekeluargaan bersama teman-teman misalnya kita berbuka, sahur, sama2 di masjid kampus, selain itu terawih tadarus dan itikaf sama-sama di masjid .Itulah salah satu cara saya menciptakan kekeluargaan untuk puasa di perantauan," tukasnya.

Penulis: Zulkifli
Editor: madrosid
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved