Sebaiknya Anda Tak Konsumsi Jahe Jika Berada Dalam 9 Kondisi Ini

Hal ini meningkatkan risiko pendarahan, terutama pada orang dengan kelainan darah atau mereka yang sedang menjalani pengobatan

Editor: Arief
TRIBUNFILE/IST
jahe 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID - Kita tahu, banyak rempah-rempah yang bisa dijadikan bahan obat herbal.

Salah satunya adalah jahe. Meski memiliki banyak manfaat kesehatan, tapi tidak boleh dikonsumsi secara sembarangan.

Bila dikonsumsi dalam jumlah besar, ternyata jahe malahan memicu sejumlah efek samping.

Menurut herbalist, konsumsi lebih dari 4 gr jahe dalam satu hari dapat menyebabkan mulas, kembung, mual, atau gangguan perut.

Jahe juga mengganggu efek obat pengencer darah, seperti warfin dan aspirin.

Dalam pengobatan Cina, jahe digunakan sebagai penangkal untuk keracunan makanan atau obat, yang menekankan sifat detoksifikasi.

Bahkan racun yang diciptakan di dalam tubuh dapat mereka buang secara efektif dengan jahe.

 Mungkin mengejutkan bahwa ramuan yang bermanfaat bagi kesehatan ini dapat benar-benar menimbulkan ancaman kesehatan juga.

Berikut adalah 9 orang yang sebaiknya tidak mengonsumsi jahe.

Orang dengan gangguan darah

Jahe mencegah pembekuan darah, tetapi meningkatkan sirkulasi dan aliran darah.

Hal ini meningkatkan risiko pendarahan, terutama pada orang dengan kelainan darah atau mereka yang sedang menjalani pengobatan yang memperlambat pembekuan darah.

Orang dengan batu empedu

Jahe merangsang produksi empedu sehingga tidak dianjurkan untuk orang yang menderita batu empedu.

Orang dengan Ulkus atau IBD

Sumber: Nakita
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved