Pilpres 2019

Sarankan Mahfud MD Belajar Sejarah Lagi, Fadli Zon: Saya Baru Tahu Isi Kepala Begitu Cetek

Sarankan Mahfud MD Belajar Sejarah Lagi, Fadli Zon: Saya Baru Tahu Isi Kepala Begitu Cetek

Penulis: Nasaruddin | Editor: Nasaruddin
Youtube
Sarankan Mahfud MD Belajar Sejarah Lagi, Fadli Zon: Saya Baru Tahu Isi Kepala Begitu Cetek 

Mahfud kemudian menjelaskan makna "Garis Keras" yang disampaikannya saat wawancara dengan satu stasiun TV yang bisa dilihat di sini:

Menurut Mahfud MD, garis keras itu sama dengan fanatik dan sama dengan kesetiaan yang tinggi.

"Itu bukan hal yang dilarang, itu term politik. Sama halnya dengan garis moderat, itu bukan hal yang haram," tulis Mahfud MD di akun Twitter.

Mahfud MD mengatakan, dua-duanya boleh dan kita bisa memilih yang mana pun.

"Sama dengan bilang Jokowi menang di daerah PDIP, Prabowo di daerah hijau," tulisnya.

Mahfud MD melanjutkan, dalam term itu dirinya juga berasal dari daerah garis keras, Madura.

Madura itu sama dengan Aceh dan Bugis, disebut fanatik karena tingginya kesetiaan kepada Islam sehingga sulit ditaklukkan.

"Seperti halnya konservatif, progresif, garis moderat, garis keras adalah istilah-istilah yang biasa dipakai dalam ilmu politik," jelas Mahfud.

Mahfud MD juga menyampaikan alasannya menyebut daerah-daerah itu provinsi garis keras seperti ditulis dalam unggahan berikut:


Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved