Parit Baru KKR Langganan Banjir, Warga Menyerah Siap Jual Rumah

“Kami semua menderita kena air ini, sampai masuk ke kamar-kamar. Setahun bisa sampai tiga kali banjir,” katanya

Penulis: Rizki Fadriani | Editor: Didit Widodo
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/DESTRIADI YUNAS JUMASANI
Banjir melanda kawasan permukiman di Parit Cabang Kiri, Kubu Raya, Kalimantan Barat, Minggu (28/4/2019) siang. Lokasi ini selalu menjadi langganan banjir setiap tahunnya. 

Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Bella

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, KUBU RAYA - Hujan lebat yang mengguyur Kabupaten Kubu Raya dan sekitarnya menyebabkan puluhan rumah di Desa Teluk Kapuas dan Desa Parit Baru, Kecamatan Sungai Raya, Kabupaten Kubu Raya terendam banjir sejak Sabtu dan Minggu (28/4/2019).

Ani, satu di antara puluhan warga Parit Baru, Kabupaten Kubu Raya yang rumahnya terendam banjir sejak Kamis (25/4) mengatakan, sangat menderita dengan banjir ini.

“Kami semua menderita kena air ini, sampai masuk ke kamar-kamar. Setahun bisa sampai tiga kali banjir,” katanya ditemui di kediamannya yang terendam.

Meski sudah mendiami rumah tersebut sejak tahun 1997, kali ini Ani dan suaminya mulai menyerah. Ia berencana menjual rumahnya tersebut.

Baca: Dua Desa di Parit Baru Kubu Raya Terendam Banjir, Delapan KK Mengungsi

Baca: Ketinggian Air Beberapa Kabupaten Ketapang Hingga 1,5 Meter, Akses Transportasi Warga Lumpuh Total

Baca: Ponpes Darul Khairat Gelar Ziarah Akbar, Sambut Ramadan dan Mengenang Sesepuh

“Setahun bise tiga kali banjir, tak menentu. Tidak lagi pakai nunggu bulan Desember. Kami bakal jual rumah ini,” keluhnya.

Ani berharap ada perhatian dari pemerintah, misalnyanya dengan melakukan pengerukan di sumber lintasan air agar dapat mengalir langsung ke Sungai Kapuas.

“Kalau hanya jumbo di sini saya rasa tidak bisa. Dia puncaknya di calisko,” katanya.

Selain Ani, warga lainnya yang ikut terdampak banjir adalah Nini dan suaminya yang terpaksa mengungsi ke rumah mertua akibat banjir yang merendam rumah mereka di Desa Parit Baru.

Menurut Nini, akibat diguyur hujan hampir semalaman pada Sabtu malam hingga Minggu dini hari, rumah mereka terendam banjir hingga semata kaki. “Dah ndak ade tempat kering di rumah tu,” terangnya saat akan berangkat ke rumah mertuanya.

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved