Desa di Parit Baru Terendam, Jiwo: Jadi Atensi Kami

Pemerintah harus mencarikan solusi yang benar-benar mengenai ke mana mau dibuang air yang menjadi penyebab banjir.

Penulis: Rizki Fadriani | Editor: Didit Widodo
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/TRY JULIANSYAH
Wakil Bupati Kubu Raya, Sujiwo saat menyikapi sejumlah ASN yang terlambat apel diruang kerjanya, Senin (18/2) 

Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Bella

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, KUBU RAYA - Banjir yang merendam beberapa desa di Kecamatan Sungai Raya, menurut Wakil Bupati Kubu Raya, Sujiwo karena selama ini belum pernah ada terobosan dari Pemkab Kubu Raya sebelumya mengenai bagaimana merencanakan banjir secara baik.

“Nah, ini setiap tahun selau banjir dan Insyaallah saya akan segera komunikasikan dengan Pak Bupati. Saya yakin ini akan menjadi atensi kami, mengenai bagaimana mengatasi banjir ini yang sifatnya tidak sementara,” kata Jiwo, Minggu (28/4/2019).

Ia menerangkan, pemerintah harus mencarikan solusi yang benar-benar mengenai ke mana mau dibuang air yang menjadi penyebab banjir.

“Ini yang jadi masalah, air itu ketika hujan berturut-turut selama beberapa hari tidak ada saluran kanal pembuangnya. Ini yang akan saya diskusikan dengan dinas terkait dan supaya setiap tahunya bukan menjadi momok masyarakat selalu ada banjir,” janjinya.

Baca: Parit Baru KKR Langganan Banjir, Warga Menyerah Siap Jual Rumah

Baca: Dua Desa di Parit Baru Kubu Raya Terendam Banjir, Delapan KK Mengungsi

Baca: Ponpes Darul Khairat Gelar Ziarah Akbar, Sambut Ramadan dan Mengenang Sesepuh

Apabila tidak segera dicari solusinya, Jiwo yakin banjir ini akan selalu ada setiap tahunnya. Ia juga mengakui sudah tahu apa yang jadi penyebab banjir tersebut, yakni karena tidak ada kanal, atau saluran pembuangan.

“Kita akan masukkan perencanaan secara matang, jadi tahun depan mudah-mudahan saya akan periorotaskan tentunya bersama Pak Bupati. Bagaimana tahun depan itu sudah ada anggaran untuk mengatasi banjir ini, salah satunya kita membuat kanal atau saluran untuk pembuangan air yang mengenangi rumah warga,” ujarrnya.

Banjir melanda kawasan permukiman di Parit Cabang Kiri, Kubu Raya, Kalimantan Barat, Minggu (28/4/2019) siang. Lokasi ini selalu menjadi langganan banjir setiap tahunnya.
Banjir melanda kawasan permukiman di Parit Cabang Kiri, Kubu Raya, Kalimantan Barat, Minggu (28/4/2019) siang. Lokasi ini selalu menjadi langganan banjir setiap tahunnya. (TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/DESTRIADI YUNAS JUMASANI)

Terkait kebutuhan warga yang terkena banjir di Desa Parit Baru dan Desa Teluk Kapuas berupa sembako, Sujiwo menjelaskan dana teknis untuk BPBD maupun Dinas Sosial saat ini belum tersalur secara maksimal.

Di mana menurut Jiwo, tahun ini sebagian kebijakan masih terpaut dengan bupati sebelumnya.
Namun ia berjanji akan tetap mencari solusi terkait hal ini. "Pasti kita akan carikan solusi, dengan mengkomunikaikan dengan perintah provinsi," tutupnya.

Sebelumnya hujan lebat yang mengguyur Kabupaten Kubu Raya dan sekitarnya menyebabkan puluhan rumah di Desa Teluk Kapuas dan Desa Parit Baru, Kecamatan Sungai Raya, Kabupaten Kubu Raya terendam banjir sejak Sabtu dan Minggu (28/4/2019).

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved