Suryadi dan Fitri Terpilih Jadi Lanceng Praben Landak 2019
Berdasarkan keputusan dewan hakim yakni Ahmadi dan Sri Purwati menetapkan Suryadi dan Fitriani sebagai Lanceng Praben Kabupaten Landak 2019.
Penulis: Muhammad Rokib | Editor: Tri Pandito Wibowo
Suryadi dan Fitri Terpilih Jadi Lanceng Praben Landak 2019
Citizen Reporter Ketua IPPNU Landak, Seniri, S Sos
LANDAK - Malam grand final pemilihan putra da putri Lanceng Praben Kabupaten Landak 2019 dihelat di MAS Miftahul Huda, Desa Rantau Panjang, Kecamatan Sebangki, Kabupaten Landak, Rabu (24/4/2019).
Lanceng Praben merupakan putra putri Madura yang dipilih untuk mengembangkan budaya Madura agar tetap lestari dan kekal sepanjang masa.
Sebanyak tiga finalis yang melaju ke babak grand final yakni, Suryadi dan Fatmawati dari Al-Hikmah, Guntur Rofi dan Fitriani dari Miftahul Huda dan Khaidir Ali dan Nur Hamimah dari Babul Ulum.
Berdasarkan keputusan dewan hakim yakni Ahmadi dan Sri Purwati menetapkan Suryadi dan Fitriani sebagai Lanceng Praben Kabupaten Landak 2019.
Baca: Prodi Pendidikan Biologi FKIP Universitas Kapuas Sintang Telah Terakreditasi B
Baca: Innalillahi Wainna Ilaihi Rojiun 8 Petugas Pemilu di Kalbar Wafat, Ibu Hamil & Bayinya Tak Tertolong
Baca: PREDIKSI Inter Milan Vs Juventus Big Match Liga Italia Seri A Minggu 28 April 2019
Ketua panitia pelaksana, Ilham menilai perjalanan Suryadi dan Fitriani untuk menjadi Lanceng Praben Landak tidaklah mudah.
"Persiapan kami sebagai panitia dua bulan, dan untuk peserta ini sebelumnya telah mengikuti tiga hari masa karantina," ujarnya.
Ia juga berterima kasih kepada semua pihak yang telah mendukung kegiatan Lanceng
Praben ini hingga bisa sukses terlaksana.
"Selama masa karantina kami disediakan tempat di Aula Miftahul Huda oleh kepala Sekolah MAS Miftahul Huda, Aziz, yang sangat mendukung acara kami, kami ucapkan terimakasih kepada semua yang terlibat dan acara yang di rangkum dari dua bulan lalu bisa sukses tanpa ada kendala," tuturnya.
Ilham berharap Lanceng Praben terpilih ini dapat melaksanakan tugas yang telah menunggu mereka.
"Kepada pemenang jangan berpuas diri karena masih banyak hal yang harus dilakukan untuk kedepannya terutama bagi kebudayaan Madura," tutupnya.