Usai Menjabat Rektor Untan, Ini Yang Akan Dilakukan Prof Thamrin Usman

Prof Thamrin Usman, DEA mengatakan sudah dua periode kepemimpinannya sebagai Rektor Universitas Tanjungpura ia lewati bersama civitas

Penulis: Anggita Putri | Editor: Madrosid
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ANGGITA PUTRI
Penyerahan Cindera mata oleh Gubernur Kalbar Sutarmidji 

Usai Menjabat Rektor Untan, Ini Yang Akan Dilakukan Prof Thamrin Usman

PONTIANAK - Prof Thamrin Usman, DEA mengatakan sudah dua periode kepemimpinannya sebagai Rektor Universitas Tanjungpura ia lewati bersama civitas lainnya dan sudah mengantar proses subsesi kepemimpinan Untan dengan selamat tanpa ada kegaduhan.

Hal ini disampaikannya usai menghadiri acara malam lepas sambut dirinya usai menjabat menjadi Rektor dan berganti jabatan kepada Prof Garuda Wiko yang kini sudah Syah menjadi Rektor Untan, di Gedung Konferensi 5 , lantai 2 Universitas Tanjungpura , rabu (25/4/2019).

"Pertama saya ucapkan alhamdulillah dua priode sudah saya lewati, saya bersama civitas lainnya sudah mengantar proses subsesi kepemimpinan Untan dengan selamat tanpa ada kegaduhan ," ujarnya usai menghadiri acara bersama istri tercinta.

Ia bersama civitas juga telah meletakkan tapak-tapak kemajuan Untan dan memudahkan kedepannya untuk Untan berkembang lebih pesat lagi.

Baca: Sahabat Alam Pergerakan dari PMII Sukses Naiki Puncak Bukit Botuak Sanggau

Baca: Presentase Anggota DPRD Provinsi Kalbar Berdasarkan Jenis Kelamin

Baca: Hasil Situng KPU Pilpres 2019 Terbaru pemilu2019.kpu.go.id, Suara Masuk 32%: Jokowi 55%, Prabowo 44%

Ia menghimbau agar seluruh civitas akademi Untan bersama melangkah dan menyamakan arah langkah kepada pimpinan yang baru.

Karena Untan bukan milik satu orang saja, kata dia. Tapi milik masyarakat yang ada di Kalbar serta bangsa Indonesia dan harus dijaga dan didukung terus sehingga maju pesat.

Selesai tugasnya menjadi Rektor Untan ia katakan tentu saja akan kembali pada kemana Allah tentukan nasibnya.

"Intinya rektor itu adalah jabatan tambahan, dan saya pun pensiun umur 70 karena guru besar," ujarnya.

Jadi ia akan kembali ke habitatnya sebagai dosen, dan tentu saja ia siap untuk mengemban amanah yang baru mana kala dipercaya dan mana kala Allah ridhoi.

"Saya pasti kembali ke Untan karena saya adalah Aparatur Sipil Negara (ASN) Untan jadi harus kembali ke Untan yaitu ke Fakultas MIPA ," ujarnya.

Kemudian ia harus melakukan aktivitas tri dharma perguruan tinggi yaitu pendidikan, pengajaran, penelitian dan pengabdian pada masyarakat dan jabatan itu adalah tambahan.

"Kini program yang sedang saya lakukan yaitu sedang menyiapkan pembangunan industri bio disel di Kalbar ini dan teknologi yang sudah kita temukan adalah teknologi yang lebih advance dan lebih maju dan itu bakal menjadi satu-satunya teknologi maju yang tersedia ," jelasnya.

Itu bisa dikatakan separuh dari temuan dirinya dan separuhnya adalah temuan temannya dari Korea.

"Sehingga kita boleh claim bahwa itu adalah separuhnya karya putra putri Indonesia," ujarnya.

Ia berharap kedepannya nanti banyak anak pintar bisa masuk ke Untan dan merekalah yang akan mengharumkan nama Untan, dan mereka juga yang akan menunjukan prestasinya.

"Kemudian mereka juga harus di sediakan beasiswa. Kita berharap dengan beasiswa Bidikmisi dan Bank, itu makin memberikan kesempatan dan menolong putra- putri kita agar bisa kuliah di Untan," tutupnya.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved