Dokter Mikhail Bunuh dan Mutilasi Pacarnya Gara-gara Ketahuan Transgender
Dari keterangannya diketahui, peristiwa pembunuhan disertai mutilasi ini terjadi setelah keduanya berkencan semalaman di wilayah Kursk.
“Saat itulah pelaku menyadari bahwa pasangan kencannya itu dulunya adalah laki-laki.”
“Dia mencekiknya sampai korban tak bergerak," tambahnya.
Pelaku kemudian mencoba menghilangkan jejak dengan cara memutilasi tubuh korban di toilet menjadi beberapa bagian kecil.
Supaya bisa dibuang ke lubang toilet, beberapa bagian lainnya ia masak dalam oven.
Kepada polisi Mikahil membantah tuduhan bahwa dirinya kanibal. Semuanya itu dia lakukan murni untuk menghilangkan jejak.
Dia kemudian memasukkan kepala dan anggota tubuh lainnya ke dalam koper dan membawanya ke flatnya.
Dengan menggunakan serak, ia memotong anggota badan dan tulang rusuk dan melemparkannya ke tempat sampah.
Berdasarkan bukti-bukti permulaan, polisi kemudian menangkapnya.
Di apartemen pelaku, polisi menemukan pemandangan mengerikan.
Polisi menemukam kepala yang masih melekat pada tulang belakang, yang telah dia taburi garam 'untuk menghilangkan baunya'.
"Dia tidak punya waktu untuk menyingkirkan bagian-bagian tubuh ini ketika dia ditangkap," menurut satu laporan.
Tikhonov, yang dilatih sebagai dokter, menghadapi hukuman penjara hingga 20 tahun jika terbukti melakukan pembunuhan dan memutilasi mayat. (Moh. Habib Asyhad)
Artikel ini sudah tayang di suar.grid.id dengan judul “Geram Setelah Tahu Dulunya Seorang Pria, Dokter Ini Mutilasi Pacarnya dan Memasak Sebagian Tubuhnya
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pontianak/foto/bank/originals/nina-surgutskaya.jpg)