Perayaan Paskah, Mgr Pius: Momentum Rajut Kembali Hubungan Antar Sesama

Mgr. Pius pun mengajak umat Khatolik untuk meneladani Yesus Kristus yang telah berkorban untuk menebus dosa manusia

Penulis: Faiz Iqbal Maulid | Editor: Ishak
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ADELBERTUS CAHYONO
Uskup Ketapang, Mgr. Pius Riana Prapdi, saat dijumpai beberapa waktu lalu. 

Perayaan Paskah, Mgr Pius: Momentum Rajut Kembali Hubungan Antar Sesama

KAYONG UTARA - Uskup Ketapang, Mgr. Pius Riana Prapdi mengatakan, perayaan Paskah adalah momentum untuk merajut kembali hubungan antar sesama manusia.

Perayaan Paskah, kata Mgr. Pius, pun seharusnya dihayati dengan memperbaiki hubungan dengan keluarga, baik antara orangtua dan anak atau dengan pasangan hidup.

"Entah itu karena masalah ekonomi, entah itu masalah kecocokan, pekerjaan yang membuat mereka menjadi terkoyak, saling curiga, bercerai," kata Mgr. Pius usai memimpin Misa Paskah di Gereja Khatolik Santo Emmanuel Sukadana, Minggu (21/4/2019).

Baca: Polsek Belitang Berikan Pengamanan Ibadah Paskah di GKII Berea Belitang

Baca: Kodim 1202 Singkawang Amankan Perayaan Paskah di Wilayah Singbebas

Mgr. Pius pun mengajak umat Khatolik untuk meneladani Yesus Kristus yang telah berkorban untuk menebus dosa manusia, sehingga hubungan dengan sesama yang sebelumnya 'terkoyak' dapat pulih kembali.

"Setelah kita dirajut kembali oleh Allah melalui Yesus Kristus, kemudian giliran kita juga untuk merajut hubungan kita dengan sesama yang terkoyak akibat berita bohong lah, korupsi, narkoba dan segala macam," imbuh Mgr. Pius.

Mgr. Pius juga berpesan, perayaan Paskah sejatinya juga dimanfaatkan untuk merajut kembali hubungan antara manusia dengan alam.

Menurut Mgr. Pius, kondisi alam saat ini sudah sangat memprihatinkan karena banyak yang rusak akibat terus menerus dieksploitasi.

Baca: Ketua KPU Kayong Utara Pastikan Rekapitulasi Suara Tingkat Kecamatan Dimulai Besok

Baca: Bawaslu Kayong Utara Belum Temukan Indikasi Kecurangan Pemilu

"Terlalu banyak dikeruk, terlalu banyak dilukai dengan berbagai macam entah itu kimia, pupuk yang merusak alam, merusak tanah, bahkan juga mencemari air, udara," ujar Mgr. Pius.

Kata Mgr. Pius, hubungan manusia dengan sesama maupun alam semesta, dan keutuhan martabat manusia harus terus dijaga. (Adelbertus)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved