Aloysius: Paradigma Pengelolaan Sampah harus Diubah

Misalnya, dimanfaatkan untuk energi, kompos, pupuk atau pun sebagai bahan baku industri

Aloysius: Paradigma Pengelolaan Sampah harus Diubah
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ TRY JULIANSYAH
Wakil Bupati Sekadau, Aloysius saat menyampaikan nota pengantar LKPJ Bupati Sekadau di Ruang Rapat Kantor DPRD Sekadau, Senin (8/4/2019) 

Aloysius: Paradigma Pengelolaan Sampah harus Diubah

SEKADAU - Pada rapat paripurna penyampaian Nota Pengantar LKPJ Bupati Sekadau, Wakil Bupati Sekadau, Aloysius juga menyampaikan dua raperda kepada DPRD Kubu Raya, Senin (8/4/2019).

Kedua raperda tersebut diantaranya tentang pengelolaan sampah dan raperda tentang ketertiban umum. 

"Raperda pengelolaan sampah ini merupakan langkah kebijakan yang cukup strategis dalam rangka melakukan pengelolaan sampah di Kabupaten Sekadau. Sampah adalah kegiatan sehari-hari manusia atau proses alam yang berbentuk padat yang terdiri dari sampah rumah tangga maupun sampah sejenis sampah rumah tangga," ujarnya. 

Baca: Edi Kamtono: Damkar Selayaknya Berdiri sebagai Dinas

Baca: Aloysius Sampaian Nota Pengantar LKPJ Bupati Sekadau Akhir Tahun 2018

Ditambah dengan semakin tingginya pertumbuhan penduduk di Kabupaten Sekadau diakuinya juga berdampak pada volume sampah setiap harinya. 

"Akibat jumlah penduduk yang semakin banyak dan ketersediaan lahan yang semakin berkurang, pemerintah Daerah cukup mengalami kesulitan dalam melakukan pengolahan sampah," tuturnya.

Apalagi, menurut dia selama ini sebagian besar masyarakat masih memandang sampah sebagai barang sisa yang tidak berguna, bukan sebagai sumber daya yang perlu dimanfaatkan.

Menurut Aloysius, paradigma pengelolaan sampah yang bertumpu pada pendekatan akhir sudah saatnya ditinggalkan dan diganti dengan paradigma yang baru.

"Paradigma yang baru, yaitu memandang sampah sebagai sumber daya yang mempunyai nilai ekonomi dan dapat dimanfaatkan. Misalnya, dimanfaatkan untuk energi, kompos, pupuk atau pun sebagai bahan baku industri," tuturnya.

Karena itu menurutnya pula dalam melakukan pengelolaan sampah diperlukan kepastian hukum, kejelasan tanggungjawab dan kewenangan pemerintah daerah serta peran masyarakat dan dunia usaha.

Sehingga, pengelolaan sampah dapat berjalan secara proporsional, efektif dan efisien.

"Oleh karena itu, Pemda bersama-sama masyarakat dan pelaku usaha perlu mengubah paradigma pengelolaan sampah melalui kegiatan pengurangan serta penanganan sampah agar sampah menjadi berkurang sebelum akhirnya diproses secara aman di TPA," tuturnya.

Baca: Albertus Nilai Penyampaian Nota Pengantar LKPJ Sesuai Undang-Undang

Sedangkan, untuk Raperda tentang ketertiban umum yang disampaikan tersebut merupakan pengganti dari Perda Nomor 8 tahun 2012 tentang ketertiban umum.

Hal itu dimaksud agar dapat menampung serta menyesuaikan dengan keadaan, kebutuhn dna paradigma perkembangan peraturan perundang-undangan.

"Ini juga mempunyai fungsi yang sangat strategis dan penting untuk mendorong dan memotivasi tumbuhnya budaya disiplin masyarakat guna mewujudkan tata kehidupan masyarakat Kabupaten Sekadau yang sejahtera, maju, aman, sehat lahir batin yang dibangun berdasarkan kesadaran kolektif dan partisipasi aktif seluruh komponen masyarakat guna membangun masyarakat yang sadar hukum," pungkas Aloysius

Penulis: Try Juliansyah
Editor: Jamadin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved