Siaga Bencana, PMI Pontianak Gelar Latihan Gabungan Bersama Polnep

Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Pontianak, menggelar kegiatan penyegaran dan simulasi posko bagi 40 anggota

Siaga Bencana, PMI Pontianak Gelar Latihan Gabungan Bersama Polnep
TRIBUNPONTIANAK/ISTIMEWA
Simulasi Siaga Bencana, PMI Pontianak Gelar Latihan Gabungan di Politeknik Negeri, sabtu (30/3/2019). 

Siaga Bencana, PMI Pontianak Gelar Latihan Gabungan Bersama Polnep

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Pontianak, menggelar kegiatan penyegaran dan simulasi posko bagi 40 anggota Korps Sukarela (KSR) yang berasal dari unit perguruan tinggi di Pontianak.

Ajang berlatih bersama para relawan PMI berbasis mahasiswa ini, digelar di kampus Politeknik Negeri Pontianak (Polnep), Sabtu (30/3).

Wakil Ketua Bidang PMR dan Relawan PMI Kota Pontianak, Edi Yusnandar, saat membuka kegiatan ini, menyebut latihan gabungan (latgap) ini sebagai aktualisasi kesiapan Posko PMI, khususnya PMI Kota Pontianak, dalam upaya tanggap darurat bencana.

Simulasi ini, menurut Edi, dilakukan untuk meningkatkan koordinasi dan komunikasi semua unsur relawan dalam penanganan tanggap darurat bencana.

Baca: Luas Desa Teluk Bayur 70 Kilometer Persegi

Baca: Kunjungi Singkawang, Gubernur Papua Lukas Enembe Kagum Toleransi di Singkawang

Baca: Sinergitas TNI-Polri di Sambas Berhasil Mensukseskan Festival Crossborder Wonderful Indonesia

Baca: PLN UP3 Lakukan Persiapan Penuhi Listrik Pada Pemilu 2019 Mendatang

"Terutama dalam hal kesiapan posko penanggulangan bencana," ucapnya.

Selain diberikan materi Manajemen Posko yang menjadi syarat utama dalam hal pengorganisasian semua unsur pelayanan, juga para peserta menerima materi Pertolongan Pertama (PP) serta Assesment atau teknik mengidentifikasi dan analisa sebuah situasi tertentu dalam keadaan darurat.

Bagi PMI, posko penanggulangan bencana ini merupakan unsur penting dan sebagai ujung tombak pusat informasi dan pelayanan PMI di lapangan.

Karenanya, dibutuhkan relawan yang terampil dan sigap dalam melaksanakan tugas kemanusian sehingga dalam pengelolaannya, posko ini dapat berfungsi sebagai pusat informasi untuk keberlangsungan pelayanan yang diberikan PMI secara cepat, tepat, dan terkoordinasi.

"PMI sebagai organisasi kemanusiaan dituntut dapat berperan secara profesional, tanggap dan bermanfaat bagi masyarakat," ujarnya.

Halaman
12
Penulis: Anggita Putri
Editor: madrosid
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved