Program Olah Sampah Jadi Emas, Bank Sampah Siap Beli Sampah Warga Kota Pontianak
Sampah yang dapat dibeli oleh bank sampah tentunya sampah yang telah terpilih dan mempunyai nilai ekonomis daur ulang.
Penulis: Syahroni | Editor: Didit Widodo
Laporan Tribun Pontianak, Syahroni
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, TRIBUN - Saat ini Pemkot Pontianak memiliki 13 unit bank sampah yang tersebar diseluruh kecamatan. Bank sampah yang ada akan menunjang program pembelian sampah masyarakat dan pembayarannya akan dikonversikan dalam bentuk tabungan emas setelah adanya kerjasama dengan pihak Pegadaian.
Kepala Dinas Lingkungan Hidip Kota Pontianak, Tinorma Butar-butar menyebutkan program menukar sampah dengan tabungan emas diharapkan menggugah masyarakat untuk memilah dan memilih sampah dari sumbernya yaitu rumah tangga.
Ia menjelaskan selain 13 bank sampah yang ada saat ini, Pemerintah Kota Pontianak akan membuat dan bekerjasama dalam pembuatan bank sampah mini di Kota Pontianak untuk ditempatkan dititik tertentu seperti sekolah.
Sampah yang dapat dibeli oleh bank sampah tentunya sampah yang telah terpilih dan mempunyai nilai ekonomis daur ulang.
"Kriteria sampah yang dapat dibeli tentunya yang sudah dipilah dan berupa anorganik. Kemudian sudah bersih dan akan lebih mahal kalau sudah terpilah dengan baik dan bersih," ucap Tinorma Butar-butar. di sela-sela kegiatan kegiatan Peringatan Hari Peduli Sampah Nasional, di halaman Kantor PT Pegadaian Cabang Pontianak, Jl Hos Cokroaminoto No 264 (Pasar Mawar Pontianak), Senin (1/4/2019).
Baca: Dukung Program ‘Sampah Jadi Emas’, Pemkot Siapkan Bank Sampah Mini
Baca: Kelola Sampah Jadi Emas, Pegadaian Pontianak Luncurkan Program The Gade Clean and Gold
Ia mencontohkan sampah anorganik yang laku dibeli oleh bank sampah misalnya, botol plastik, kardus, kertas dan lainnya, perkilo akan menyesuaikan harga pasar. Namun untuk botol plastik air mineral perkilonya disebutkan tinorma paling murah Rp1000.
Bank sampah saat ini, sudah memiliki pelanggan tetap khususnya untuk kantor-kantor pemerintah yang ada di Kota Pontianak.
Lanjut disampaikannya, penanganan sampah memang harus terpadu dan melibatkan semua unsur. Baik pemerintah, swasta, maupun masyarakat, ia berharap program inovasi dari Pegadaian ini dapat mengurangi jumlah sampah yang ada di Kota Pontianak.
Tinorma menyebutkan memang penanganan sampah tak bisa dilakukan instan perlu perencanaan dan merubah mainset warga setempat.
400 ton sampah yang dihasilkan warga Pontianak setiap harinya sebetulnya bisa berkurang asalkan sampah sejak dari rumah dipilah.
"UU mengatakan harus ada pemanfaatan dan pemilahan dari sumbernya, saat ini kita terus mengedukasi masyarakat agar mereka memilah sampah yang ada," ucapnya.
Saat ini penanganan sampah mulai dari mendirikan Bank Sampah, Rumah Kompos dan mengedukasi masyarakat memilah sampah. Kemudian, Pemkot Pontianak sudah mengurangi keberadaan tempat pembuangan sementara (TPS) yang kini tinggal 47 titik.