Duduki Peringkat 15 Kekuatan Militer Dunia, Apa Benar Indonesia Lebih Hebat dari Israel dan Korut?

Jumlah penjualan persenjataan Israel itu bahkan melebihi anggaran belanja TNI 2017, yang "hanya" senilai Rp 108 triliun

TRIBUNNEWS.COM/TRIBUNPONTIANAK.CO.ID
Kekuatan militer Indonesia 

Duduki Peringkat 15 Kekuatan Militer Dunia, Apa Benar Indonesia Lebih Hebat dari Israel dan Korut?

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Debat keempat Pilpres 2019antara Capres 01 Jokowi Vs Capres 02 Prabowo soal kekuatan militer Indonesia mengulik untuk ditelusuri kebenarannya.

Pada debat Pilpres 2019 pada Sabtu (30/3/2019), Prabowo menilai kekuatan militer Indonesia lemah. 

Awalnya Prabowo meminta agar Jokowi memberikan perhatian terhadap pertahanan negara.

"Saya mohon Pak, bukan menyalahkan. Saya berpendapat, kekuatan pertahanan kita sangat rapuh, sangat lemah. Bukan salah Bapak, salah enggak tahu saya. Elit," kata Prabowo, dikutip dari kompas.com.

Prabowo mempertanyakan kekuatan alat utama sistem senjata (alutsista) Indonesia.

Ia bertanya, berapa kapal selam yang dimiliki TNI, apa jenisnya dan bagaimana kemampuannya.

Prabowo juga bertanya berapa pesawat tempur yang dimiliki TNI dan berapa banyak peluru kendalinya.

Namun, Prabowo tidak menyebut data mengenai alutsista tersebut.

"Kalau ada armada asing masuk ke laut kita, apa yang bisa kita buat," tanya Prabowo.

Baca: BTS Rilis Foto Konsep yang Dreamy untuk Comeback Map Of The Soul: Persona, Cek Juga Trailernya!

Baca: Tjhai Chui Mie Targetkan Suara Jokowi dan Maruf Amin di Singkawang Capai 70 Persen

Baca: Personel Polsek Belitang Tingkatkan Patroli Pada Malam Hari

Pernyataan ini disanggah oleh Jokowi yang menilai, kekuatan militer Indonesia menjadi yang nomor 1 di Asia Tenggara, dan peringkat 15 di dunia.

Atas pernyataan nomor 02 di Debat Capres, Jokowi kemudian menyebut, banyak unsur TNI yang memprotes Prabowo Subianto, karena menyebut TNI lemah dan rapuh. Hal itu disampaikan kembali saat menggelar kampanye akbar di Gowa, Sulawesi Selatan.

Jokowi mengungkapkan, unsur TNI yang protes langsung mengoreksi pernyataan Prabowo itu dengan menunjukkan data indeks kekuatan militer yang dirilis Global Firepower (GFP) 2019.

Data itu menunjukkan, TNI saat ini adalah angkatan bersenjata yang kekuatannya nomor satu di Asia Tenggara.  Jokowi menyampaikan fakta yang baru diketahuinya itu kepada masyarakat.

Ia menilai, masyarakat harus diberi sosialisasi mengenai fakta yang sebenarnya.

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved