Uang Palsu Mulai Beredar, Dewan Minta Polisi Tingkatkan Keamanan

Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Pontianak, Bebby Nailufa berharap, maraknya peredaran uang palsu

Uang Palsu Mulai Beredar, Dewan Minta Polisi Tingkatkan Keamanan
TRIBUNPONTIANAK/ISTIMEWA
Unit Reskrim Polsek Pontianak Barat meringkus terduga pelaku pengedar uang palsu di Gang Friska Trida, Jalan Nipah Kuning beberapa waktu lalu. 

Uang Palsu Mulai Beredar, Dewan Minta Polisi Tingkatkan Keamanan

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Pontianak, Bebby Nailufa berharap, maraknya peredaran uang palsu di sekitar Kota Pontianak menjadi atensi serius pihak kepolisian.

"Seharusnya ini menjadi atensi serius pihak kepolisian, apalagi ini menjelang pemilu, saya harap pihak kepolisian bisa bekerja maksimal dalam meningkatkan kamtibmas," ujarnya, Sabtu (30/3/2019).

Kepada masyarakat, Bebby menyarankan agar selalu waspada dalam bertransaksi, mengingat uang palsu yang beredar merupakan pecahan paling besar dalam rupiah.

Baca: Komunitas Darbuka Juga Ada di Pontianak, Yang Terbesar di Dunia Dinaungi Personel DEBU

Baca: Sedang Berlangsung India Open, Live Streaming Gloria/Hafiz Kalah Set Pertama,Ada 5 Wakil Indonesia

Baca: ZODIAK Minggu 31 Maret 2019, Malam yang Romantis Gemini, Hari Petualangan bagi Sagitarius

"Masyarakat harus waspada, pecahan seratus ribuan itu cukup mudah untuk di deteksi jika penerima teliti," katanya.

Terpisah, pedagang sekitar Jalan Tabrani Ahmad, Sutikno (53) mengaku was-was atas adanya peredaran uang palsu menjelang pemilu. Ia berharap tidak menjadi korban dari sasaran uang palsu tersebut mengingat sehari-hari ia tak sempat mengecek apakah uang yang diterimanya asli atau palsu.

"Was-was juga kita bang, apalagi setiap hari yang belanja itu tidak pernah kita cek apalagi curiga mereka belanja pakai uang asli atau palsu," katanya.

Sutikno berharap, pihak kepolisian mengusut tuntas siapa orang dibalik beredarnya uang palsu tersebut.

"Saya harap polisi bisa menemukan tempat dimana uang palsu itu dibuat, siapa pelakunya dan berapa yang sudah beredar di pasaran bisa ditarik lagi," pintanya.

Selain itu, seorang pemilik toko di sekitar Pasar Teratai, Bong Kyu (47) mengaku pernah menerima uang palsu dari orang tak dikenal.

"Pernah ada yang belanja uang palsu sama saya, karena ramai yang belanja jadi saya tidak tau siapa, jadi uangnya saya tempel saja di dinding," tandasnya.

Penulis: Ya'M Nurul Anshory
Editor: madrosid
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved